AKURAT.CO Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, Anggota Komisi I DPR, Syahrul Aidi, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan kolonial tetapi juga kemandirian di berbagai bidang strategis, termasuk pangan, teknologi, ekonomi dan sumber daya manusia.
Dia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memperluas konsep pertahanan, dari sekadar pertahanan militer menjadi pertahanan pangan.
"Ketika kita mampu memproduksi yang kita konsumsi, kita akan mandiri dan merdeka. Ketika kita mampu memproduksi yang dikonsumsi orang lain, kita akan maju. Tapi jika kita tidak mampu memproduksi apa yang kita konsumsi sendiri, kita akan terjajah," ujar Syahrul jelang dimulainya Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD-DPR RI 2025 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga: Mendagri: Inflasi Juli 2025 Terkendali di 2,37 Persen, Harga Pangan Jadi Fokus
Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan asasi yang menentukan kedaulatan bangsa.
Indonesia yang memiliki potensi agraris besar dinilai mampu mencapai swasembada bahkan menjadi eksportir pangan sehingga benar-benar merdeka di bidang strategis tersebut.
Syahrul menambahkan, kemandirian pangan harus diikuti dengan kemajuan di sektor teknologi, informasi dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Baca Juga: Badan Bank Tanah Gandeng Masyarakat dan TNI/POLRI Dukung Ketahanan Pangan di Poso
Mencontohkan Tiongkok, ia menyebut negara tersebut berani menghadapi tekanan perdagangan internasional karena memiliki kemandirian di banyak sektor vital.
Legislator Fraksi PKS ini juga mendukung rencana Kementerian Pertahanan membentuk batalion khusus pangan.
Namun, Syahrul mengingatkan agar fokus pada pertahanan pangan tidak disalahartikan hingga mengabaikan pembangunan infrastruktur vital bagi masyarakat.
Baca Juga: Profil Joao Mota, Dirut Agrinas Pangan Nusantara yang Mundur Setelah 6 Bulan Menjabat
"Pembangunan jalan dan jembatan tetap harus jalan, baik yang terkait langsung dengan pertahanan pangan maupun untuk kebutuhan transportasi masyarakat. Jangan kaku menafsirkan kebijakan pertahanan pangan hingga mengorbankan kebutuhan dasar lain," jelas Legislator Fraksi PKS Dapil Riau II itu.
Syahrul menilai beberapa kementerian terkesan kurang responsif terhadap usulan masyarakat terkait infrastruktur dasar yang tidak secara langsung berhubungan dengan pertahanan pangan.
Padahal, infrastruktur tersebut tetap menjadi penopang aktivitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Mendagri Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Pangan Pemicu Inflasi
Syahrul menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pertahanan pangan Presiden Prabowo, namun mengingatkan bahwa kemandirian nasional harus dibangun secara menyeluruh, mencakup sektor-sektor strategis lain dan tetap mengakomodasi kebutuhan vital masyarakat di berbagai daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









