Jangan Tunggu Nanti! Pelajari Dampak Perubahan Iklim dan Cara Menghadapinya!

AKURAT.CO Perubahan iklim merupakan perubahan rata-rata pola cuaca dalam jangka panjang, baik secara lokal maupun global. Fenomena ini juga berkaitan dengan perubahan kondisi lapisan es, daratan, hingga samudra, yang terjadi secara bertahap seiring waktu.
Menurut United Nations, perubahan iklim merujuk pada perubahan suhu dan pola cuaca yang terjadi secara berkelanjutan dalam periode panjang.
Dalam laporan terbaru dari para ilmuwan di Kantor Meteorologi Inggris (UK Met Office), diperkirakan bahwa kemungkinan suhu rata-rata global akan melampaui batas 1,5 derajat celcius dalam satu dari lima tahun mendatang telah meningkat hingga 50%.
Angka ini naik dari 20% pada tahun 2020 dan 40% pada tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan risiko yang signifikan terhadap pemanasan global.
Baca Juga: Dirut Bank Mandiri: Indonesia Berperan Vital dalam Perubahan Iklim Global
3 Dampak Perubahan Iklim di Berbagai Bidang
Perubahan iklim memberikan dampak yang luas dan kompleks, tak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga merambat ke sektor sosial, kesehatan, dan ekonomi. Berikut ini tiga sektor utama yang terdampak:
1. Lingkungan
Perubahan iklim menyebabkan berbagai gangguan ekosistem yang signifikan. Dampaknya antara lain:
-
Kenaikan permukaan laut akibat mencairnya gletser dan es di kutub.
-
Peningkatan kadar CO₂ di atmosfer yang mempercepat pemanasan global.
-
Penurunan luas hutan dan populasi satwa liar, serta terganggunya kehidupan di laut. Jika kondisi ini terus berlangsung, banyak spesies tumbuhan dan hewan diperkirakan akan menghadapi kepunahan dalam waktu dekat.
2. Sosial dan Kesehatan
Kerusakan lingkungan turut mempengaruhi stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat:
-
Cuaca ekstrem, seperti suhu yang sangat panas atau dingin, berdampak langsung pada kualitas hidup.
-
Ketersediaan air bersih menurun, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
-
Risiko kesehatan meningkat, termasuk gangguan pernapasan, penyakit tropis, dan stres akibat bencana alam atau gagal panen.
3. Ekonomi
Perubahan iklim juga memberikan tekanan besar pada sektor ekonomi dan bisnis:
-
Risiko operasional meningkat, misalnya rembesan air atau kerusakan infrastruktur akibat hujan ekstrem.
-
Kelangkaan bahan baku karena perubahan iklim mempengaruhi produksi pangan, serat tekstil, dan komoditas lainnya.
-
Kenaikan harga dan kelangkaan pasokan dapat memicu inflasi serta ketidakstabilan pasar global.
5 Cara Efektif Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah krisis global yang membutuhkan aksi nyata dari semua pihak. Berikut lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk membantu menekan dampaknya:
1. Hentikan Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil
Batu bara, minyak bumi, dan gas alam adalah sumber emisi karbon terbesar. Semakin banyak bahan bakar ini diekstraksi dan dibakar, semakin parah kerusakan iklim yang terjadi.
Oleh karena itu, negara-negara di seluruh dunia perlu segera mengalihkan perekonomiannya dari energi berbasis fosil menuju alternatif yang lebih ramah lingkungan.
2. Kembangkan Energi Terbarukan
Mengganti sumber energi utama dengan energi bersih adalah solusi jangka panjang yang sangat diperlukan.
Energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, gelombang laut, pasang surut, dan panas bumi merupakan pilihan yang jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan energi fosil.
3. Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan
Sektor transportasi menyumbang emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar.
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar bensin atau diesel, memilih transportasi umum, beralih ke kendaraan listrik, serta membatasi perjalanan udara adalah langkah nyata untuk menurunkan emisi sekaligus mengurangi polusi udara.
4. Lindungi dan Jaga Ekosistem Laut
Lautan memiliki peran penting dalam menyerap karbondioksida dan menjaga keseimbangan iklim global.
Namun, ancaman seperti penangkapan ikan berlebih, eksplorasi minyak dan gas, serta penambangan laut dalam, bisa merusak fungsi ini. Menjaga kesehatan laut dan melindungi biodiversitasnya juga berarti melindungi masa depan iklim kita.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Dorong Kesadaran Masyarakat terhadap Perubahan Iklim Lewat Khutbah Jumat
5. Kurangi Penggunaan Plastik
Plastik berasal dari minyak bumi dan proses pembuatannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Selain itu, plastik yang dibuang seringkali dibakar atau mencemari lingkungan karena sulit terurai.
Mengurangi konsumsi plastik dan memilih alternatif ramah lingkungan adalah bagian penting dari upaya mengatasi krisis iklim.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









