Jumlah Penduduk Miskin Berkurang, Dasco: Sesuai Tujuan Pemerintah yang Didukung DPR

AKURAT.CO DPR menanggapi data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 0,21 juta dibandingkan September 2024.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku sudah membaca laporan tersebut dan akan mengundang BPS untuk menjelaskan angka kemiskinan yang lebih rinci kepada Komisi IX.
"Tadi juga saya sepintas sudah baca. Nanti kita akan coba minta kepada BPS untuk lebih menjelaskan kepada kami dan komisi terkait, agar kita bisa lebih memahami substansi dari yang disampaikan kepada media hari ini," jelasnya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga: Pemerintah Harus Lebih Kerja Keras Tekan Lagi Angka Kemiskinan
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menyebut pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sudah melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan.
"Ya kan memang tujuan dari pemerintahan yang belum lama ini adalah antara lain dalam aspek kita adalah menurunkan tingkat kemiskinan," kata Dasco.
DPR selaku penyeimbang juga sudah menjalankan tugasnya untuk mendukung dan juga mengkaji berbagai masukan dari BPS maupun masyarakat.
Baca Juga: Hasan Nasbi: Trisula Prabowo Bukan Kenekatan, Tapi Keberanian Atasi Kemiskinan Ekstrem
"Dan upaya-upaya itu terus dilakukan oleh pemerintahan pada saat sekarang dan tentunya DPR mendukung itu dan kita akan kaji secara komprehensif masukan dari BPS tadi," ujar Dasco.
BPS melaporkan angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan.
Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin sebesar 23,85 juta orang atau menurun 0,21 juta dibandingkan September 2024 yang tercatat 24,06 juta orang.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Fokus Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, mengatakan, persentase penduduk miskin dari total populasi sebesar 8,47 persen atau menurun 0,1 persen poin dibandingkan September 2024.
"Jumlah penduduk miskin di Indonesia 23,85 juta orang atau turun 0,2 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2024. Dari sisi presentase penduduk miskin dari total populasi mencapai 8,47 persen atau jika dibandingkan dengan September 2024 yang lalu turun 0,10 persen poin," jelasnya.
Menurut Ateng, profil angka kemiskinan Maret 2025 dihitung berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode Maret 2025.
Baca Juga: Trisula Prabowo Ampuh Atasi Kemiskinan Struktural
Susenas digelar dua kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









