Akurat

KM Barcelona VA Terbakar, Pemerintah Harus Segera Perbaiki Regulasi Operasional Kapal

Ahada Ramadhana | 22 Juli 2025, 18:07 WIB
KM Barcelona VA Terbakar, Pemerintah Harus Segera Perbaiki Regulasi Operasional Kapal

AKURAT.CO Kapal motor penumpang (KMP) di perairan Indonesia kembali memakan korban. Terbaru, KM Barcelona VA terbakar di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (20/7/2025).

Pemerintah diminta untuk segera melakukan perbaikan dan penyederhanaan regulasi operasional kapal, agar tidak ada aturan yang tumpang tindih. Sehingga, muncul satu aturan yang bisa dengan mudah dimengerti masyarakat sebagai panduan.

"Saya bahkan sudah mengatakan tumpang tindih sehingga ada 24 aturan yang paling urgent tentunya adalah mengombinasikan 24 aturan ini sehingga hanya muncul satu aturan yang memang akan bisa dengan mudah dibaca oleh masyarakat sebagai panduan," kata Pengamat maritim, Marcellus Hakeng Jayawibawa, saat dihubungi Akurat.co, Selasa (22/7/2025).

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Kapal Barcelona di Pulau Talise Sulut, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

Selain itu, pemerintah harus memberikan kejelasan mengenai pertanggungjawaban terhadap kapal motor penyeberangan, apakah berada di bawah dirjen perhubungan laut atau perhubungan darat. Sebab, perizinan dan turunannya masih di bawah kendali perhubungan darat.

"Sepatutnya kapal motor penyeberangan itu dikelola oleh perhubungan laut dan saat ini sudah diserahkan. Hanya saja operasional saja yang diserahkan ke perhubungan. Perizinan dan lain-lain sebagainya yang masih menjadi turunannya itu masih melekat ke perhubungan darat," jelas dia.

Untuk itu, dia meminta agar perhubungan laut segera mengakuisisi permasalahan ini sesuai dengan kompetensinya.

"Karena memang ya kita sama lihat kejadiannya di laut. Masa yang akan nanti memastikan ataupun mengelola serta penyelidikan dalam perhubungan darat. Tentunya mereka kompetensinya tidak akan mencukupi terkait dengan hal ini," ucapnya.

Setelah aturan-aturan implementasi dibenahi, maka selanjutnya diharapkan tidak ada lagi kongkalingkong atau maklumat terkait kegiatan operasional kapal perairan di Indonesia. Karenanya, akan terjadi fatality yang berujung pada kecelakaan.

"Saya meminta kepada pemerintah untuk bisa memberlakukan aturan secepatnya. Baik itu pada operator, baik itu kepada kepanjangan tangan dari regulator yang ada di lokasi setempat maupun kepada anak buah kapal maupun kapal ini sendiri," tegasnya.

Diketahui, KM Barcelona V terbakar di dekat Pulau Talise di Kabupaten Minahasa Utara pada 20 Juni 2025 siang. Pulau ini dekat dengan Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Adapun Likupang Barat berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Manado, ibu kota Sulut.

Baca Juga: Saldo DANA Gratis Rp391 Ribu Cair 13 Juli 2025, Cukup Main Game Jaga Kapal

KM Barcelona umumnya melayani rute pelayaran Manado-Tahuna. Kapal ini diperkirakan terbakar sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu, kapal tujuan Manado itu melintas di perairan Pulau Talise.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manado, George Leo Mercy Randang, mengatakan pihaknya menerima laporan awal kebakaran KM Barcelona V ini sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu juga, tim segera diturunkan untuk mengevakuasi penumpang.

Basarnas Manado mencatat, 571 penumpang KM Barcelona V telah diselamatkan dan dievakuasi ke sejumlah tempat di Minahasa Utara dan Kota Manado. Adapun tiga orang telah dinyatakan tewas, dan dua orang lainnya dilaporkan hilang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.