Akurat

Dua Momen Besar Iringi Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional 2025

Rizky Dewantara | 21 Juli 2025, 11:37 WIB
Dua Momen Besar Iringi Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional 2025

AKURAT.CO Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tahun ini, menjadi sejarah penting dalam perjalanan koperasi Indonesia. Sebab, terdapat dua momentum penting dalam Perayaan Harkopnas tahun ini.

Di antaranya, peringatan Hari Koperasi Internasional (International Cooperative Year) sebagaimana yang telah dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kemudian dalam puncak perayaan Harkopnas juga dilakukan peluncuran 80.000 lebih Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih.

"Jadi tahun ini adalah tahun yang istimewa buat koperasi karena PBB sudah menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional dan yang kedua, pada perayaan puncak perayaan Harkopnas ini ditandai dengan peluncuran kelembagaan 80 ribu lebih Kopdeskel Merah Putih," kata Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah, Hadiri Kongres PSI dan Resmikan Kopdes Merah Putih

Menurut Budi, pengakuan dunia melalui deklarasi PBB tersebut menandai semangat baru bagi pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan di tanah air.

Oleh sebab itu, dalam puncak perayaan Harkopnas 2025 ini diharapkan koperasi di Indonesia dapat bangkit secara bersamaan dengan program Kopdeskel Merah Putih tersebut, sehingga dapat menjadi pilar utama bagi perekonomian nasional.

"Kita harus memaknai puncak perayaan Harkopnas 2025 ini sebagai penanda bahwa gerakan ekonomi rakyat bergerak bangkit dan kita semua menuju Indonesia Emas 2045 dengan pondasi ekonomi rakyat yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan," ujarnya.

Khusus terkait dengan peluncuran program 80.000 Kopdeskel Merah Putih, dia menegaskan bahwa koperasi di Indonesia babak baru dari transformasi besar koperasi nasional, di mana pada chapter pertama proses pembentukan melalui musyawarah desa khusus (musdesus) telah terlewati.

Saat ini, telah terbentuk 81.148 unit koperasi telah terbentuk di mana hampir seluruhnya sudah memiliki Badan Hukum resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia (RI).

"Ini sudah memenuhi target yang diperintahkan Presiden (sebanyak 80.000 unit) kepada kami semua. Karena itu, mulai hari ini kita mengawali chapter kedua, yaitu pengoperasian Kopdes/ Kel Merah Putih di seluruh Indonesia," katanya.

Budi Arie menyadari, operasionalisasi Kopdeskel Merah Putih akan menghadapi berbagai tantangan. Namun diyakini bahwa kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, seluruh hambatan dapat dikelola dan ditangani dengan baik sehingga Kopdes dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Baca Juga: Diresmikan Besok, 103 Kopdes Merah Putih Akan Jadi Model Percontohan

"Keberadaan Kopdeskel Merah Putih ini akan mendekatkan modal ke desa, teknologi didekatkan ke desa dan pelayanan masyarakat didekatkan ke desa," katanya.

Sebagai upaya untuk menjamin operasionalisasi program Kopdeskel Merah Putih dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan, Kementerian Koperasi menyusun lima langkah strategis paska peluncuran.

Pertama, penguatan sistem dan digitalisasi. Kedua, inkubasi koperasi lewat manajer profesional. Ketiga, peningkatan kapasitas SDM koperasi.

Kemudian langkah, keempat adalah memperkuat pengawasan partisipatif dari anggota koperasi. Kelima membangun jaringan koperasi nasional yang terintegrasi dari desa hingga pusat.

Sebagai upaya menyiapkan ekosistem ini, Kementerian Koperasi bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam hal pelatihan, modul, dan sertifikasi bagi para pengelola koperasi.

"Kami sudah melakukan pelatihan-pelatihan, kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan karena mereka punya balai-balai. Menyiapkan modulnya, menyiapkan sertifikasinya karena beberapa keahlian itu memerlukan sertifikasi," ujarnya.

Baca Juga: Besok Diresmikan Prabowo, Menko Zulhas Cek Kesiapan Kopdes Merah Putih di Klaten

Dia menegaskan bahwa salah satu misi utama Kopdeskel Merah Putih adalah mengentaskan kemiskinan ekstrem di desa-desa. Pemerintah berharap, koperasi menjadi garda terdepan dalam menciptakan peluang ekonomi lokal yang inklusif.

Wakil Menteri Koperasi yang juga sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdeskel Merah Putih, Ferry Juliantono, meyakini koperasi bakal menjadi alat untuk mewujudkan keadilan sosial, terutama melalui Kopdeskel Merah Putih.

Kopdeskel Merah Putih ini akan memiliki unit usaha/ gerai-gerai sebanyak tujuh unit yang menjadi keharusan (mandatori). Pemerintah memberikan keleluasaan bagi Kopdes, untuk menambah unit bisnis sesuai dengan potensi desa setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.