Akurat

Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Stabilitas Nasional

Ahada Ramadhana | 16 Juli 2025, 18:41 WIB
Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Stabilitas Nasional

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan pentingnya menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan nasional, khususnya di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global.

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Purwito Hadi Wardhono, menyatakan, perbedaan agama, suku, dan ras adalah realitas bangsa yang harus dilindungi dan dijamin hak-haknya.

“Pada saat yang sama, setiap upaya yang membongkar konsensus hidup bernegara dan memecah belah anak bangsa harus dihentikan secara tegas melalui penegakan hukum yang adil bagi semua,” tegas Purwito dalam keterangannya saat menghadiri forum Internalisasi Ajaran Agama melalui Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Medan, Rabu (16/7/2025).

Purwito menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional di Kemenko Polkam yang bertujuan memperkuat sinergi antara FKUB dan organisasi masyarakat (ormas) di Sumatera Utara.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menguatkan peran tokoh-tokoh agama dalam menyebarkan pesan damai dan toleransi kepada masyarakat. Ini sangat penting untuk menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Baca Juga: Habiburokhman: Banyak Masyarakat Sambut Positif RUU KUHAP

Ia berharap forum serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah, sebagai wahana merumuskan kebijakan bersama, merespons isu-isu aktual, serta memperkuat peran strategis masyarakat dalam menjaga harmoni kehidupan beragama dan keutuhan NKRI.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, mengingatkan, tantangan terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia semakin kompleks, terlebih di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“‎Penting bagi kita untuk terus menjaga kolaborasi dan kerja sama lintas agama dan budaya. Jangan sampai konflik global justru dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab untuk memecah persatuan bangsa,” tegasnya.

Ia menekankan, perbedaan seharusnya menjadi sumber kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat ketahanan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.