Terbongkar Daftar Merk Beras Diduga Oplosan, Cek Beras Anda!

AKURAT.CO Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Polri telah bekerja sama untuk mengungkap 212 merek beras premium dan medium yang diduga melanggar standar mutu.
Satgas Pangan Polri menemukan bahwa beras oplosan ini melanggar aturan mutu dan takaran.
Proses pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan produsen dan distributor beras masih berlangsung. Investigasi yang dilakukan dari 6 hingga 23 Juni 2025 ini mencakup 268 sampel beras dari 212 merek di 10 provinsi.
Daftar Merk Beras Diduga Oplosan
Berdasarkan hasil investigasi Kementan dan Satgas Pangan Polri, berikut beberapa merk beras yang diduga terlibat praktik oplosan.
Wilmar Group: Sania, Sovia, Fortune, Siip
PT Food Station Tjipinang Jaya: Alfamidi Setra Pulen, Setra Ramos, Food Station, FS Japonica, FS Setra Ramos, FS Beras Sego Pulen, FS Sentra Wangi, Indomaret Beras Pulen Wangi
PT Belitang Panen Raya: Raja Platinum, Raja Ultima, RajaKita, RAJA
PT Sentosa Utama Lestari (Japfa): Ayana
PT Unifood Candi Indonesia: Larisst, Leezaat
PT Buyung Poetra Sembada Tbk: Topi Koki
PT Bintang Terang Lestari Abadi: Elephas Maximus, Slyp Hummer
CV Bumi Jaya Sejati: Raja Udang, Kakak Adik
PT Jaya Utama Santikah: Pandan Wangi BMW Citra, Kepala Pandan Wangi
PT Subur Jaya Indotama: Dua Koki, Subur Jaya
Daftar di atas adalah sebagian dari total 212 merek yang sedang diperiksa. Pemerintah akan merilis daftar lengkap secara bertahap.
Dampak dan Kerugian Akibat Beras Oplosan
Praktik pengoplosan beras ini berpotensi merugikan konsumen hingga sekitar Rp99 triliun per tahun, bahkan bisa mencapai Rp 1.000 triliun dalam 10 tahun.
Investigasi Kementan menunjukkan bahwa 85,56 persen beras premium dan 88,24 persen beras medium yang diuji tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Selain itu, 95,12 persen beras medium ditemukan dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), dan 9,38 persen memiliki selisih berat yang lebih rendah dari yang tertera pada kemasan.
Potensi kerugian konsumen dari beras premium diperkirakan mencapai Rp 34,21 triliun per tahun, sementara dari beras medium bisa mencapai Rp 65,14 triliun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menduga bahwa pengoplosan ini didukung oleh mafia beras, 80 persen dari beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dioplos menjadi beras premium yang lebih mahal, menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 2 triliun per tahun.
Itulah dampak dan beberapa merk beras diduga oplosan yang diungkap Kementan dan Satgas Pangan Polri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









