Target Produksi Beras 2026 Naik, Mentan Optimistis Capai 33,8 Juta Ton
Hefriday | 7 Juli 2025, 15:36 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya beras, dengan menetapkan target produksi sebesar 33,8 juta ton pada tahun 2026.
Target ini naik 1,8 juta ton dari target semula di tahun 2025 sebesar 32 juta ton. “Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian tahun 2026, dengan target produksi beras sebesar 33,8 juta ton,” ujar Andi Amran dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (7/7/2025).
Kendati demikian, angka target tersebut masih berada di bawah proyeksi produksi beras Indonesia tahun ini. Menurut data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 34,6 juta ton pada 2025.
Tak hanya beras, Amran juga mengumumkan sejumlah target produksi komoditas strategis lainnya untuk tahun 2026. Di antaranya, jagung sebesar 22,7 juta ton, kedelai 343 ribu ton, aneka cabai 3,08 juta ton, dan bawang merah sebesar 2 juta ton.
Untuk komoditas perkebunan dan peternakan, target produksi kopi ditetapkan sebesar 786 ribu ton, kakao 633 ribu ton, kelapa 2,89 juta ton, daging sapi dan kerbau 514,07 ribu ton, serta daging ayam sebesar 4,34 juta ton.
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian akan menjalankan sejumlah program prioritas. Di antaranya optimasi lahan, pencetakan sawah baru, penyediaan benih unggul, hilirisasi hasil pertanian, serta peningkatan produksi susu dan daging sapi. Fokus utama akan diberikan pada padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya.
Amran menjelaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Swasembada pangan termasuk dalam program Astacita yang menjadi acuan pembangunan nasional lima tahun ke depan.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian mendukung pelaksanaan program prioritas nasional swasembada pangan,” ujar Amran.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa sektor pertanian menunjukkan kinerja impresif dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, sektor pertanian tumbuh tinggi sebesar 10,52%, menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi Indonesia.
Pada periode Januari hingga Juni 2025, produksi beras nasional tercatat mencapai 19,09 juta ton. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 16,86 juta ton. Kenaikan sebesar 13,2% ini menjadi capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Kementerian Pertanian menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari langkah-langkah strategis pemerintah, termasuk penyederhanaan regulasi distribusi pupuk bersubsidi. Melalui deregulasi ini, petani memperoleh kemudahan akses terhadap pupuk yang sangat dibutuhkan sesuai dengan periode tanam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









