100 Sekolah Rakyat Bakal Diluncurkan Bulan Ini, 40 Persennya Berpusat di Pulau Jawa

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyatakan 40 persen dari 100 titik pelaksanaan sekolah yang direncanakan terpusat di pulau Jawa. Namun dia memastikan, pelaksanaan sekolah rakyat juga tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Namun, pihaknya tidak memberitahukan secara rinci wilayah prioritas mana saja dalam pelaksanaan sekolah rakyat.
"Kira-kira ya di pulau Jawa dari 100 itu 40-an persen ada di Jawa Dari 100 titik pertama. Tapi di Papua ada, di Aceh ada Maluku juga ada Kalimantan ada Semua ada. Nanti bisa dilihat ya," kata dia saat ditemui di Komplek Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Baca Juga: Diluncurkan 14 Juli, Sekolah Rakyat di 37 Titik Masih Proses Finalisasi dan Renovasi
Dia menjelaskan, pelaksanaan sekolah rakyat yang akan dilaksanakan pada 14 Juli mendatang, akan dilakukan di 63 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, pihaknya menargetkan 100 titik lokasi. Namun 37 titik lainnya sedang dipersiapkan dalam proses finalisasi dan renovasi.
"Ya alhamdulillah sekolah rakyat ini terus ya Insyaallah nanti tanggal 14 Akan kita mulai Di titik yang sarana-prasarananya Sudah selesai direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," ucapnya.
Dia menjelaskan, pembelajaran akan dimulai dengan melakukan cek kesehatan baik siswa maupun guru dan tenaga pendidik. Setelah itu, akan dilakukan masa orientasi sekitar tiga bulan sebelum dilakukannya pembelajaran formal.
"Dari 63 titik yang sudah siap ini dapat menampung 6.130 siswa. Sedangkan jika dalam 100 titik dapat menampung 9.700 siswa atau 256 rombongan belajar. Serta dibutuhkan 1.554 guru dan 3.390 tenaga pendidikan untuk sekolah rakyat tahap I," tambahnya.
Dia menargetkan, 37 titik yang masih dalam persiapkan dapat dilaksanakan pada akhir bulan Juli. Pihaknya juga mengagendakan sekolah rakyat tahap ke II yang diusulkan 202 lokasi nantinya.
Baca Juga: DPR Setujui Anggaran Sekolah Rakyat Naik Rp1,19 Triliun, Ini Rinciannya
Jika 100 titik dapat diputuskan maka sekolah tersebut dapat menampung 10 ribu siswa, 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan.
"Maka, tahap ke II ini bisa di tahun 2025, tapi kami ingin laporkan tahap ke II ini masih dalam proses penetapan kelayakan oleh PU dan tindak lanjut oleh recuitmen pendidikan sambil Kementerian PU melakukan renovasi gedungnya," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengatakan pihaknya meminta Kemensos untuk berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) untuk menyesuaikan kebutuhan guru dan pengajar di sekolah.
"Kami juga meminta Kemensos mengawasi program sekolah rakyat ini sesuai arahan Presiden Prabowo agar diperuntukan untuk memutus rantai kemiskinan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









