Akurat

Tindak Lanjuti Instruksi Prabowo, Anggota Komisi V DPR Dorong Percepatan Pembangunan Kereta Api Luar Jawa

Paskalis Rubedanto | 12 November 2025, 08:02 WIB
Tindak Lanjuti Instruksi Prabowo, Anggota Komisi V DPR Dorong Percepatan Pembangunan Kereta Api Luar Jawa

AKURAT.CO Anggota Komisi V DPR mendukung penuh rencana Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembangunan kereta api di luar Pulau Jawa.

Anggota Komisi V DPR, Musa Rajekshah, mengatakan, pengembangan transportasi massal berbasis rel atau kereta api di luar Jawa sangat penting untuk memperkuat konektivitas dan efisiensi logistik nasional.

"Transportasi luar Jawa ini penting, apalagi transportasi massal. Angkutan umum, baik darat, udara maupun laut harus dikembangkan. Kereta api ini salah satu moda darat yang sangat efektif," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga: Prabowo Tugaskan AHY Bangun Kereta Api di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi

Politisi Partai Golkar, yang akrab disapa Ijeck, itu menilai pembangunan jalur kereta api di luar Pulau Jawa tidak hanya akan memperlancar mobilitas masyarakat tetapi juga berdampak besar terhadap biaya logistik nasional.

Menurutnya, kereta api memiliki keunggulan efisiensi dibandingkan kendaraan darat seperti truk, yang sering kali menyebabkan kerusakan jalan dan tingginya biaya perawatan.

"Kereta itu murah dan efisien. Kalau jalur keretanya diefektifkan untuk angkutan kontainer antarpelabuhan atau antarkota, pasti lebih hemat jangka panjang," katanya.

Baca Juga: Dukung Mobilitas dan Pariwisata, KAI Tambah Perjalanan Kereta Api Selama November 2025

Ijeck menyoroti pentingnya pembangunan jaringan kereta api di Sumatera, khususnya Sumatera Utara hingga Aceh. Yang menurutnya dulu pernah tersambung namun kini banyak jalurnya tidak aktif bahkan berubah menjadi pemukiman.

"Jalur-jalur lama ini harus dibuka kembali. Dulu jalur Sumatera sampai Aceh itu aktif tapi sekarang terputus. Saya kira perlu ada percepatan pembangunan kembali," ujarnya.

Selain itu, Ijeck menilai proyek kereta api luar Jawa juga sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang menjadi fokus Presiden Prabowo. Dengan biaya transportasi yang lebih murah, harga bahan pokok di daerah dapat lebih terkendali.

Baca Juga: Profil Nasim Khan, Anggota DPR PKB yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok di Kereta Api

"Kalau angkutannya murah, otomatis harga barang juga akan terkoreksi jadi lebih baik. Ini bisa jadi salah satu solusi mendukung ketahanan pangan nasional," pungkasnya.

Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk pengembangan infrastruktur transportasi massal nasional. Termasuk pembangunan jalur kereta api lintas pulau atau Trans-Sumatra, Trans-Kalimantan dan Trans-Sulawesi.

Menurutnya, pembangunan jaringan kereta api memiliki peran strategis dalam menurunkan biaya logistik nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Jumlah Pengguna Terus Meningkat, Ini Alasan Kereta Api Masih Menjadi Moda Transportasi Pilihan di Indonesia

"Jadi, nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, rencanakan yang baik. Trans-Sumatra railway, Trans-Kalimantan railway, Trans-Sulawesi railway," tuturnya, usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, pada Senin (4/11/2025).

Menurut Presiden Prabowo, moda transportasi ini bukan hanya simbol kemajuan tetapi juga alat pemerataan kesejahteraan rakyat.

"Sesudah itu tentunya kita harus amankan semua kekayaan kita dan kereta api akhirnya menjadi salah satu faktor membantu rakyat, membantu rakyat menengah dan rakyat bawah. Kalau orang kaya bisa naik pesawat, bisa naik mobil. Rakyat sebagian besar akan merasakan manfaat daripada kereta api," jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Akan Bangun 2 Flyover Tahun Ini, Tekan Kemacetan di Perlintasan Kereta Api

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.