Akurat

Menko PMK: Literasi Digital dan AI Bekal Masyarakat Hadapi Banjir Informasi

Ahada Ramadhana | 1 Juli 2025, 14:49 WIB
Menko PMK: Literasi Digital dan AI Bekal Masyarakat Hadapi Banjir Informasi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyoroti pentingnya literasi digital dan kecerdasan buatan (AI), sebagai bekal utama masyarakat dalam menghadapi era banjir informasi dan disrupsi teknologi.

Menurutnya, kemudahan akses terhadap informasi tanpa proses verifikasi menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk bersikap kritis dan bijak.

"Kita harus mendidik masyarakat sejak usia dini agar memiliki daya kritis terhadap informasi. Harus bisa cek dan ricek, melakukan verifikasi. Itulah literasi digital dan literasi kecerdasan artifisial," kata dia, Senin (1/7/2025).

Saat ini, penyebaran informasi palsu, manipulasi visual, dan berita bohong semakin mudah terjadi tanpa kecakapan literasi. Oleh karenanya, selain regulasi oleh kementerian teknis, edukasi seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci dalam membangun manusia Indonesia yang tangguh dan adaptif.

Baca Juga: Hasan Nasbi: Disinformasi, Fitnah dan Kebencian Bisa Hancurkan Bangsa, Literasi Digital Jadi Kunci

"Kami di Kemenko PMK mengkoordinasikan berbagai kementerian di bidang pendidikan untuk memastikan literasi ini menjadi bagian dari sistem pendidikan. Literasi dalam memahami, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara cerdas," jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya menjadikan teknologi digital dan AI, sebagai sarana peningkatan produktivitas masyarakat, bukan sekadar konsumsi informasi. Dengan harapan, semua menjadi pengguna digital yang bijak, cerdas, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk produktivitas. 

"Dan pada akhirnya, kita harus mampu berdaulat dalam pengembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial," ucapnya.

Dia menyebut, edukasi digital harus menyasar seluruh kelompok masyarakat melalui pendekatan for all, for many, and for few artinya edukasi digital harus bersifat inklusif sekaligus mendalam sesuai peran dan kapasitas masing-masing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.