Akurat

Imbas Konflik Iran-Israel, 760 Jemaah Haji Indonesia Masih Tertahan di Jeddah

Ahada Ramadhana | 25 Juni 2025, 17:36 WIB
Imbas Konflik Iran-Israel, 760 Jemaah Haji Indonesia Masih Tertahan di Jeddah

AKURAT.CO Pemulangan dua kloter jemaah haji embarkasi Surabaya harus tertunda karena terimbas konflik antara Israel dan Iran yang belum mereda. Kedua kloter tersebut, yaitu SUB 43 dan SUB 44, masing-masing kloter terdiri atas 380 jemaah.

Penundaan penerbangan disebabkan karena situasi eskalatif di sejumlah wilayah Timur Tengah. Atas pertimbangan keamanan, maskapai Saudia Airlines memutuskan untuk menunda keberangkatan kedua kloter tersebut.

"Alhamdulillah, jemaahnya sudah ditempatkan dengan aman di hotel-hotel di Jeddah sambil menunggu kabar selanjutnya dari maskapai. Hingga kini belum ada jadwal terbaru, tapi insya Allah akan segera diberangkatkan setelah rotasi pesawat memungkinkan," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, Rabu (25/6/2025).

Baca Juga: Komisi VI DPR Minta BUMN Jaga Kinerja di Tengah Gejolak Israel-Iran

Hilman mengatakan, meski dua kloter mengalami penundaan, pemulangan jemaah secara keseluruhan tetap berjalan normal.

Hal ini disebabkan, sebagian besar maskapai yang digunakan jemaah Indonesia melalui rute aman seperti wilayah udara Oman. Karena itu, penerbangan kloter-kloter lainnya masih berlangsung sesuai jadwal.

"Koordinasi terus kita lakukan dengan KJRI, KBRI, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta para penyedia layanan (syarikah). Kami juga sedang mempersiapkan fase pemulangan dari Madinah yang akan dimulai pada 26 Juni," ujarnya.

Menurutnya, fase pemulangan ini merupakan fase tersibuk, mengingat lebih dari 100 ribu jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Setiap hari, terdapat sekitar 4.000 hingga 7.000 jemaah yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air.

Baca Juga: Rupiah Naik Tipis ke Rp16.300 Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran

"Kami terus memantau perkembangan secara ketat dan berupaya memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar. Mohon doa dari masyarakat Indonesia agar pemulangan ini tidak mengalami hambatan yang berarti," ucapnya.

Terkait dengan jemaah di Madinah, Hilman berpesan agar mereka tetap menjaga diri, menjaga kesehatan, dan mengikuti program ibadah yang telah disiapkan, seperti salat di Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah.

"Insya Allah kita terus melakukan pendorongan jemaah sesuai dengan program yang kita desain. Sebagian sudah tiba di Bandara Jeddah untuk kembali ke Indonesia, sementara sebagian lainnya masih berada di Madinah dan akan tinggal sekitar sembilan hari ke depan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.