Akurat

Kitabisa Beri Dukungan Pengembangan Proyek 5 NGO Lokal Lewat BisaBerdaya Fund 2025

Rizky Dewantara | 17 Juni 2025, 20:58 WIB
Kitabisa Beri Dukungan Pengembangan Proyek 5 NGO Lokal Lewat BisaBerdaya Fund 2025

AKURAT.CO Kitabisa.org berkomitmen mendukung pemberdayaan komunitas rentan, perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda melalui pendanaan, pelatihan, dan penguatan kapasitas organisasi lewat program BisaBerdaya Fund.

Tahun ini, BisaBerdaya Fund 2025 resmi memilih 5 Organisasi Non-Pemerintah (NGO) lokal penerima hibah, yang akan menerima dukungan implementasi proyek sosial mereka hingga akhir tahun 2025.

Pemilihan ini telah melalui proses seleksi ketat dari 174 proposal yang masuk dari berbagai penjuru di Indonesia, mulai dari provinsi di wilayah Barat, Tengah, hingga Timur. Diselenggarakan pada 9-15 Juni 2025 di Graha TMII, Jakarta, kegiatan inkubasi dan seleksi akhir melibatkan 20 NGO finalis.

Baca Juga: Soal Hilirisasi Nikel, Pakar Komunikasi: NGO Sukses Sentuh Sensitivitas Generasi Muda

Nantinya, NGO lokal terpilih akan mendapatkan pelatihan intensif dari para praktisi, akademisi, dan pelaku industri sosial, seperti Staf Ahli Menteri Sosial RI Bidang Perubahan & Dinamika Sosial, Edi Suharto; Managing Director Bahasabisnis.id, Edy Surbakty; Founder Kelas Bang Mardi, Mardi Sahendra; dan Co Founder SabangMerauke, Meiske D Wahju; serta sesi mentoring dari tim Kitabisa.

Sementara materi pelatihan, meliputi Lean Canvas, Logical Framework Analysis, hingga NGO Governance & Risk Management.

Hadir pula CEO Proud Project, Iqbal Hariadi, yang membawakan seputar Organization Branding, serta CEO Infipop, Irfan Prabowo, yang membahas strategi Social Media & Community Engagement untuk Organisasi Sosial.

Melalui proses inkubasi yang ketat dan presentasi akhir yang mendalam, terpilihlah 5 NGO terbaik yang akan menerima hibah. Di antaranya:

1. Ulur Wiji Foundation - Mojokerto, Jawa Timur
Menjadi pemenang lewat program 'Women Artisan School' yang memberdayakan perempuan marjinal melalui pelatihan batik alami, menjahit, dan literasi keuangan.

2. Yayasan Bina Lentera Insan - Manado, Sulawesi Utara
Mendorong pemanfaatan tanaman herbal suku Bajau/Bajo melalui pelatihan, pengembangan kebun, dan pembentukan koperasi 'Bajo Sehat'.

3. Yayasan Kolaborasi Aksi Lingkungan - Wonosobo, Jawa Tengah
Mempromosikan agroforestri kopi ramah lingkungan yang telah melatih 25 petani dan 10 pemuda lokal dalam praktik pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Asuransi Kitabisa Komitmen Perluas Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah Digital

4. Jack Boven - Boven Digoel, Papua Selatan
Menyediakan sarapan gratis untuk anak SD di daerah terpencil, dengan pembiayaan dari kios digital penjual pulsa di Distrik Waropko.

5. Yayasan Untuk Teman Indonesia – Yogyakarta, DIY
Mendampingi keluarga pasien dan penyandang disabilitas melalui pilar edukasi, pengembangan diri, dan pemberdayaan ekonomi.

Seluruh proyek akan mulai diimplementasikan sejak Juni hingga Desember 2025, dengan proses monitoring, evaluasi dan diukur dampaknya secara berkala oleh tim BisaBerdaya Fund dan Kitabisa.org.

"Setelah BisaSembuh Fund tahun lalu yang berfokus pada isu kesehatan, tahun ini kami ingin memastikan komunitas rentan juga berdaya secara ekonomi. BisaBerdaya Fund bukan hanya tentang bantuan dana, tapi juga tentang menumbuhkan kapasitas dan kolaborasi," kata Direktur Kitabisa.org, Edo Irfandi.

Kitabisa.org tetap membuka ruang kolaborasi bagi seluruh peserta yang telah mengikuti tahap inkubasi. Dari 20 NGO peserta, 15 NGO lainnya yang belum masuk Top 5 tetap dapat terhubung dengan Kitabisa.org untuk berbagi praktik baik, memperluas jejaring, dan menjajaki kemungkinan kerja sama di masa depan jika ada keselarasan nilai dan tujuan.

Program ini juga dirancang selaras dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang mendorong keadilan sosial dan ekonomi. Melalui pendekatan yang terintegrasi BisaBerdaya Fund turut mendukung berbagai target dalam SDGs.

Beberapa fokus yang diangkat antara lain peningkatan akses masyarakat rentan terhadap layanan dasar dan inklusi keuangan (SDG1), penguatan kapasitas dan pendidikan non-formal untuk pemuda dan perempuan (SDG 4), penciptaan lapangan kerja yang adil dan berkelanjutan (SDG 8), serta upaya mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi antarwilayah dan kelompok (SDG 10).

Baca Juga: LAZNAS Salam Setara Gandeng Kitabisa Ajak Masyarakat Bangun Keluarga dan Bisnis Bernilai Ibadah

Di samping itu, proyek-proyek terpilih juga bisa menyinggung isu lingkungan, salah satunya adalah program eco-fashion berbasis komunitas yang mengolah limbah tekstil menjadi produk baru bernilai jual.

Program ini tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga memberdayakan perempuan lokal, memanfaatkan bahan alami, dan menjaga kearifan lokal. Inisiatif ini jadi contoh nyata kontribusi terhadap SDG 12 & 15.

Itu mengapa BisaBerdaya tidak hanya menjadi ruang bertumbuh bagi organisasi akar rumput, tapi juga bagian dari gerakan yang lebih luas untuk mendukung pembangunan Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.