ASN Melek Digital 2029 Dimulai dari Budaya Mutu Lembaga Pelatihan

AKURAT.CO Di tengah tuntutan birokrasi modern yang adaptif dan inovatif, upaya pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menghadapi tantangan, mulai dari lemahnya budaya belajar, sistem yang berjalan sendiri-sendiri (fragmentasi), hingga keterbatasan sumber daya.
Untuk menjawab hal itu, Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengambil langkah strategis sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Hal ini ditegaskan Direktur Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas LAN, Erfi Muthmainah, dalam Virtual Public Lecture bertajuk “Kepemimpinan Transformatif dalam Lembaga Pelatihan: Menggerakkan Perubahan, Membangun Mutu”, Rabu (1/10/2025).
“UU ASN menekankan pentingnya sistem penjaminan mutu dalam pengembangan kapasitas ASN. Mutu pembelajaran harus diarahkan untuk mendukung kinerja organisasi, dengan standar kurikulum, instruktur, proses, dan evaluasi yang jelas serta konsisten,” ujar Erfi.
Menurutnya, lembaga pelatihan tidak boleh hanya menjadi syarat administratif, tetapi harus tumbuh sebagai learning organization dengan budaya mutu.
Melalui konsep Corporate University, pembelajaran ASN diarahkan pada outcomeyang nyata, berdampak pada kinerja organisasi, serta mendukung pembangunan nasional.
Ke depan, lanjut Erfi, manajemen mutu lembaga pelatihan akan diperkuat melalui instrumen monitoring, evaluasi, serta penerapan siklus mutu (plan–do–check–act) secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bupati Balangan Siap Tempuh Jalur Hukum, Bantah Tudingan Mantan Dirut PT ADCL
Dengan langkah ini, LAN menargetkan 90 persen ASN melek digital dan 85 persen tata kelola kebijakan instansi pemerintah berkategori baik pada tahun 2029.
Kepala Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajemen Kementerian Keuangan, Wahyu Kusuma Romadhoni, menambahkan pentingnya kepemimpinan transformatif dalam membangun mutu pelatihan.
Menurutnya, pemimpin harus berperan sebagai pembuat kebijakan dan standar mutu, penggerak inovasi, pengelola sumber daya, pencipta budaya mutu, sekaligus penjamin akuntabilitas.
“Dengan kepemimpinan transformatif, budaya mutu dapat tumbuh kuat dan melahirkan ASN yang profesional, adaptif, serta berdaya saing global,” pungkas Wahyu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










