Akurat

Perkuat Pembumian Pancasila di Papua, BPIP Jalin Kerja Sama dengan Universitas Musamus

Atikah Umiyani | 14 Juni 2025, 21:27 WIB
Perkuat Pembumian Pancasila di Papua, BPIP Jalin Kerja Sama dengan Universitas Musamus

AKURAT.CO Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjalin kerja sama dengan Universitas Musamus, Merauke, dalam memperkuat pembumian nilai-nilai Pancasila di wilayah timur Indonesia.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersamaan dengan pelaksanaan kuliah umum kebangsaan di lingkungan kampus, pada Jumat (13/6/2025).

Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prakoso, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi agen penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

"Kita harapkan mahasiswa yang hadir keluar sebagai relawan kebajikan Pancasila untuk merawat persatuan Indonesia," katanya.

Baca Juga: BPIP Serahkan Pompa Air dan Hewan Kurban ke Kodam VI/Mulawarman: Pancasila Harus Hidup dan Bekerja untuk Rakyat

Prakoso memastikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah menjadi kesepakatan bersama seluruh bangsa Indonesia dan pembumian nilai-nilainya merupakan tanggung jawab kolektif.

"Ini akan terus kita kuatkan. Dan Universitas Musamus kami harapkan menjadi benteng ideologi Pancasila di wilayah timur," ujarnya.

Wakil Rektor I Universitas Musamus, Daud Andang Pasalli, yang hadir mewakili rektor, mengatakan, kampus ini telah mengalami perkembangan signifikan sejak berdiri 25 tahun lalu.

Kini Universitas Musamus memiliki 17.000 mahasiswa dengan enam fakultas dan 32 program studi.

Baca Juga: BPIP Lantik 76 Paskibraka Jadi Duta Pancasila, Siap Sebarkan Semangat Kebangsaan

"Kami memulai dengan enam program studi dan meminjam ruang kelas SMA. Sekarang kami tengah mengusulkan pendirian Fakultas Kedokteran untuk memperkuat peran kami di Papua," ujarnya.

Universitas Musamus juga aktif mendorong semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Sekitar 20 persen mahasiswa berasal dari luar Papua dan setiap tahun kampus menyelenggarakan festival kebangsaan sebagai wadah ekspresi seni budaya dari berbagai daerah.

Asisten Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, mewakili Gubernur Papua Selatan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

Baca Juga: Kerja Sama BPIP dan KPID DIY Perkuat Penyiaran Berlandaskan Nilai-nilai Pancasila

"Kita semua bertanggung jawab memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya dikenang tetapi juga dihidupkan dalam kehidupan sosial dan ekonomi," ujarnya.

Agustinus juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang damai dan inklusif.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyampaikan refleksi sejarah kemerdekaan Indonesia yang dianggap sebagai pencapaian luar biasa di tengah gejolak Perang Dunia II.

"Proklamasi hanya 50 detik tapi berhasil mempersatukan setidaknya 57 kerajaan dan kesultanan tanpa satu peluru pun. Itu tidak terjadi di negara manapun di dunia," katanya.

Baca Juga: Unhas Jadi Tuan Rumah FGD Ketiga BPIP, Bahas Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara dari Perspektif Budaya Hukum

Yudian menekankan pentingnya memahami Bhineka Tunggal Ika secara kontekstual dan aplikatif.

Perbedaan, menurutnya, harus dilihat sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dalam kehidupan bersama.

BPIP juga memperkenalkan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila yang disusun bersama Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah.
Buku ini dirancang untuk semua jenjang pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi dengan penekanan pada praktik nilai Pancasila.

"Sebanyak 70 persen isinya praktik langsung, 30 persen teori. Ini akan dibimbing langsung oleh guru dan juga melalui pengamatan kehidupan nyata," ujarnya.

Baca Juga: Paskibraka Dipaksa Lepas Hijab, Cak Imin: BPIP Harus Diisi dengan Orang yang Bijaksana

Pelatihan untuk guru-guru Se-Papua dijadwalkan berlangsung pada September hingga November 2025, bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Musamus.

Selain itu, BPIP juga tengah mempersiapkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pancasila yang ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini atau tahun depan.

"Kami tidak memberikan dana karena itu di luar kewenangan kami. Tapi kami mendukung dan memfasilitasi program-program yang memperkuat nilai kebangsaan," jelas Yudian.

Kerja sama ini sendiri diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam membumikan Pancasila serta membentuk generasi muda yang berkarakter, inklusif dan berjiwa kebangsaan.

Baca Juga: BPIP: Tidak Ada Pemaksaan Paskibraka Lepas Hijab

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK