Akurat

MPR Ingatkan Bahaya Provokasi Asing Soal Tambang Nikel Raja Ampat

Paskalis Rubedanto | 8 Juni 2025, 17:07 WIB
MPR Ingatkan Bahaya Provokasi Asing Soal Tambang Nikel Raja Ampat

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu-isu liar terkait dugaan tambang ilegal di Raja Ampat, Papua Barat Daya. 

Dia menegaskan, pentingnya menunggu hasil verifikasi resmi sebelum mengambil kesimpulan atau bereaksi secara emosional. Apalagi, jika isu tersebut dipengaruhi oleh provokasi eksternal.

"Saat ini saya tengah menghimpun dan mempelajari data lapangan tentang potensi pelanggaran yang diduga dilakukan pelaku usaha," kata Eddy dalam keterangannya, Minggu (8/6/2025). 

Baca Juga: Ekosistem Raja Ampat Diambang Kerusakan, Pemerintah Diminta Lakukan 5 Hal Ini

"Karena banyaknya berita yang muncul di media sosial, saya berharap masyarakat jangan terpancing provokasi, khususnya dari elemen asing," tambahnya.

Dia khawatir, keterlibatan lembaga-lembaga luar negeri bisa menyulut kegaduhan publik di dalam negeri. Hal ini bisa berdampak pada persepsi masyarakat yang belum tentu sejalan dengan fakta di lapangan.

"Kita juga patut waspada jika ada institusi atau LSM asing yang ikut menyulut kontroversi, sehingga masyarakat Indonesia bereaksi terhadap berita kerusakan yang terjadi padahal faktanya masih dikaji saat ini," ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan isu lingkungan seperti ini harus menjadi tanggung jawab nasional. Dia juga mendorong semua pihak, untuk mempercayakan proses investigasi pada kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga: Perbaikan Wisata dan Kerusakan Ekosistem Lingkungan Jadi Masalah Utama di Raja Ampat

"Yang terpenting adalah verifikasi data di lapangan. Kita tidak boleh gegabah menyimpulkan sesuatu sebelum ada hasil resmi dari Kementerian ESDM dan KLHK," jelasnya.

Meski demikian, Eddy menegaskan bahwa kegiatan ekonomi termasuk pertambangan sangat penting bagi negara jika dilakukan sesuai aturan. Namun, keberlanjutan lingkungan dan ketaatan hukum tetap menjadi syarat mutlak dalam setiap aktivitas ekonomi.

"Sektor pertambangan dan hilirisasinya sangat diperlukan, karena selain menyumbang pendapatan negara juga menyerap tenaga kerja," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.