Akurat

Jadi Pondasi Moral dan Etika, Seluruh Penyelenggara Negara Wajib Amalkan Nilai Pancasila

Siti Nur Azzura | 3 Juni 2025, 11:23 WIB
Jadi Pondasi Moral dan Etika, Seluruh Penyelenggara Negara Wajib Amalkan Nilai Pancasila

AKURAT.CO Upacara Peringatan Hari Lahir (harlah) Pancasila Tahun 2025,menjadi peneguhan atas komitmen kebangsaan dan pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan tahun ini mengangkat tema 'Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya'. Tema ini dipilih untuk menegaskan pentingnya internalisasi nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan.

Melalui tema ini, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, mengimbau agar seluruh penyelenggara negara bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila, fanmenjadi teladan bagi masyarakat.

Baca Juga: OJK Tekankan Pentingnya Nilai Pancasila dalam Pengawasan Jasa Keuangan

"Melalui tema ini, kami ingin menegaskan bahwa Pancasila adalah pondasi moral dan etika bagi seluruh penyelenggara negara yang wajib diamalkan untuk membangun integritras, profesionalitas, serta mencegah berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme," ucap Yudian melalui keterangannya, Selasa (3/6/2025).

Selain itu, dia turut menyampaikan seruan penting kepada seluruh komponen bangsa untuk memperingati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita memperingati 80 tahun Hari Lahir Pancasila. Satu momen historis bangsa untuk memperingati Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, serta pandangan hidup bangsa yang harus diketahui asal-usulnya dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, sehingga Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," jelasnya.

Untuk diketahui, upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 ini dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu hadir pula Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri; Wakil Presiden ke-6 RI sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Try Sutrisno; serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla.

Turut hadir para Menteri Kabinet Merah Putih, Pimpinan Lembaga Negara, Duta Besar dan perwakilan negara sahabat, jajaran pimpinan BPIP, serta undangan lainnya.

Baca Juga: Prabowo: Jangan Jadikan Pancasila Sekadar Mantra dan Slogan

Masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Air hingga diaspora di luar negeri, juga turut menyaksikan jalannya upacara secara langsung melalui siaran televisi nasional dan platform media streaming.

Rangkaian upacara dimulai dengan masuknya Komandan Upacara, Kolonel Mar Ahmad Hadi Al-Hasny, ke lapangan. Setelah laporan upacara, Presiden tiba di mimbar dan memimpin penghormatan kebesaran serta mengheningkan cipta.

Pembacaan Teks Pancasila dilakukan oleh Ahmad Muzani selaku Ketua MPR RI; Teks Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Sultan Bachtiar Najamudin selaku Ketua DPD RI; kemudian pembacaan doa disampaikan oleh Prof. Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.