Akurat

Kamu Calon Influencer? AGTC Uhamka Bocorkan Rahasia Bikin ‘Public Image’ di Media Sosial

Ikhwan Fajar Ramadhan | 21 Mei 2025, 17:09 WIB
Kamu Calon Influencer? AGTC Uhamka Bocorkan Rahasia Bikin ‘Public Image’ di Media Sosial

AKURAT.CO, Public image dinilai menjadi salah satu elemen penting bagi kamu calon influencer. Membentuk pandangan netizen terhadap media sosialmu wajib dilakukan sebelum kamu konsisten merancang konten viral dan berkelanjutan.

Pertama-tama, menurut Head of Social Media Team Akurat.co, Lintang Idhayu Sandhinika, seorang calon influencer harus memiliki akun publik. “Gimana mau jadi kreator konten kalau akunnya dikunci kayak kotak amal,” kata Lintang dalam kegiatan Akurat Goes to Campus (AGTC) dengan tema ‘Content is Power: Realitas versus Viralitas’ di Ruang Sidang A, B, C, Kampus Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Limau, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025).

Kegiatan AGTC Uhamka dihadiri Pimpinan Umum Akurat.co, Afriadi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Tellys Corliana, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Uhamka, Andys Tiara, jajaran sivitas akademika serta ratusan mahasiswa FISIP Uhamka, terutama mereka yang tergabung di program studi ilmu komunikasi.

Para pembicara adalah mereka yang berpengalaman di bidangnya, seperti Pemimpin Redaksi Akurat.co yang berduet dengan Head of Social Media Team Akurat.co. Kegiatan dipandu secara apik oleh moderator Mustiawan, dosen FISIP Uhamka.

Baca Juga: Pimpinan Umum Akurat.co Tegaskan Cerahnya Masa Depan Jurusan Jurnalistik di AGTC Uhamka

Setelah punya akun publik, lanjut Lintang, calon influencer harus bertanya ke diri sendiri, apa yang akan dilakukan di media sosial. Pertanyaan selanjutnya adalah mau mendapatkan apa dari media sosial.

“Saya mendapatkan uang dari social media. Pekerjaan yang saya lakukan sekarang itu uangnya dari social media. Kalau saya enggak punya TikTok, enggak punya Instagram, saya enggak ngomong di sini, enggak dibayar,” ungkap Lintang.

Yang dinilai paling penting oleh Lintang adalah pertanyaan terkait bagaimana pandangan orang lain terhadap media sosial calon influencer. “Kamu mau orang lain melihat kamu seperti apa. Jadi, kalau kalian mau menciptakan image, ini yang sering dibilang, ah dia mah jaga image. Ini penting sebenarnya,” ujarnya.

Menurut dia, influencer perempuan biasanya memiliki second account hingga thrid account, bahkan fake account. Lintang sendiri mengaku punya empat akun media sosial.

Baca Juga: AGTC Uhamka, Akademisi Harap Konten Viral Suarakan Kesetaraan Gender

“Sebab, account pertama itu harus on public. Kan saya bertemu dengan banyak orang, termasuk teman-teman ya. Tiba-tiba kalian melihat kepribadian saya yang nonton K-Pop, nanti akan menimbulan trust issue kalau saya bicara di hadapan publik,” papar dia.

Itulah menurut Lintang, pentingya seorang calon influencer memiliki akun publik sekaligus private account yang dikunci seperti kotak amal.

“Akun publik otomatis harus dibuka karena kalian harus membentuk image di publik, seperti apa foto yang dipajang di aplikasi Remini, itu penting atau foto yang terlihat akademisi, bukan foto bohong ya. Bukan kalian pura-pura rajin, padahal skripsinya memanfaatkan joki,” timpal Lintang seraya berseloroh.

Menurut dia, akun publik seorang calon influencer harus menonjolkan sisi image yang mana dari dirinya.

Baca Juga: Pemred Akurat.co Bongkar Jargon ‘No Viral No Justice’ di AGTC Uhamka

“Apakah akan menonjolkan sisi image yang wibu (seseorang yang menyukai dan tergila-gila dengan anime) ataukah yang so misterius, sad boy, atau yang gandrung dengan kutipan-kutipan motivasi, pakai lagu Bernadia, atau pakai Termangu-mangu sekarang. Itu boleh, apakah itu sah? Sah!” ujarnya.

Seorang calon influencer, ditegaskan Lintang, harus menununjukkan dan menonjolkan salah satu image dirinya ke publik. “Tapi, ingat risikonya kalian harus menerima stempel itu dari publik. Kalau kalian maunya sad boy yang terlihat melankolis, harus terima itu, padahal pacarnya tiga hari sekali ganti,” ucapnya.

Ia lantas mencontohkan influencer perempuan yang terlihat anggun dan estetik dengan deretan foto dari kaca ke kaca coffee shop yang dihiasi dengan lagu-lagu instrumental.

“Padahal, setiap kali minum kopi, asam lambungnya kumat. Enggak apa-apa, artinya kalian kan punya selera,” tuturnya.

Baca Juga: AGTC Unas: Konsistensi dan Kenal Diri Sendiri Jurus Ampuh Kembangkan Media Sosial

Dengan demikian, Lintang kembali menekankan pentingnya seorang calon influencer memiliki satu akun publik yang membentuk public image terlebih dahulu mau jadi seperti apa sebelum memproduksi konten yang viral.

“Kalian mau dikenal sebagai apa? Kalian mau dilihat orang seperti apa? Ini dulu yang harus ditanyakan ke diri kalian sebelum mulai merancang konten. Supaya apa? Supaya terjadi konsistens.” Imbuh Lintang yang mulai mendalami dunia digital dan media sosial sejak 2017 ini.

Sepanjang karirnya di dunia digital, Lintang pernah bekerja sama dengan beberapa nama populer di jagat media sosial, seperti Felicya Angelista (Scarlet Whitening), Kekeyi, Fadil Jaidi, Natya Shina, Warintil, GTLosiar dan lain-lain.

AGTC di kampus Uhamka diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama alias Memorandum of Understanding (MoU) antara Akurat.co dengan FISIP Uhamka. Perjanjian diteken oleh Direktur Akurat.co, Afriadi dan Dekan FISIP Uhamka, Tellys Corliana.

Baca Juga: Pemred Akurat.co Berbagi Rahasia Bikin Konten Viral di AGTC Unas, Penasaran?

Sedangkan Implementation Agreement (IA) ditandatangani oleh Pemred Akurat.co, Aldi Gultom dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Uhamka, Andys Tiara.

Suksesnya AGTC Ke-24 ini berkat kerja sama erat antara Akurat.co dan Uhamka dengan dukungan penuh dari BUMN holding industri pertambangan Indonesia, Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan NMW Skin Care.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan door prize menarik bagi mahasiswa yang aktif bertanya dan membuat konten video terbaik selama acara berlangsung.

AGTC sudah terlaksana sejak Februari 2023 di sejumlah kampus di Jakarta, Banten dan Jawa Tengah. Jika tidak ada aral melintang, kegiatan serupa juga bakal digelar tahun ini di 10 kampus Jawa Timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.