Pasokan Sapi Bali Tersendat, Penjual Kurban di Ciracas Hadapi Kendala Jelang Idul Adha

AKURAT.CO Jelang perayaan Iduladha 1446 H yang tinggal menghitung pekan, sejumlah penjual hewan kurban mulai merasakan tantangan dalam distribusi, terutama untuk jenis sapi Bali.
Salah satu yang terdampak adalah lapak hewan kurban Satwa Kencana Khatulistiwa yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur. Karyawan lapak tersebut, Lukman Suhadi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya kesulitan mendapatkan suplai sapi Bali dari daerah asalnya.
“Yang jadi kendala itu sekarang soal perizinan dan kuota pengiriman. Biasanya sapi Bali bisa dikirim dalam jumlah besar dari Bali, tapi sekarang agak sulit karena kuotanya dibatasi,” kata Lukman saat ditemui di lokasi, Jumat (9/5/2025).
Baca Juga: Baznas Targetkan Pengumpulan Hewan Kurban Senilai Rp21 Miliar
Stok Terbatas, Pilihan Pembeli Menyempit
Akibat dari hambatan distribusi ini, stok sapi Bali yang tersedia di lapak tersebut menjadi sangat terbatas. Bahkan, Lukman menyebutkan bahwa variasi pilihan bagi pembeli juga ikut terdampak. Hal ini membuat calon pembeli yang biasanya ingin memilih langsung dari banyak opsi, kini harus puas dengan stok yang seadanya.
“Biasanya kita bisa tampilkan banyak sapi untuk dipilih, sekarang jumlahnya menurun drastis. Otomatis, pembeli juga jadi kurang leluasa untuk menentukan pilihan hewan kurbannya,” jelasnya.
Lapak Satwa Kencana Khatulistiwa mulai aktif berjualan sejak 21 April 2025 dan akan terus beroperasi hingga hari raya Iduladha.
Saat ini, dari total sekitar 150 ekor sapi yang sudah masuk, kurang lebih 100 ekor telah berhasil terjual.
Baca Juga: Di Depok, Sapi Bali Jadi Primadona
Sapi Bali dan Limosin Jadi Favorit
Menurut Lukman, dua jenis sapi yang paling banyak dicari oleh konsumen adalah sapi bali dan sapi limosin.
Sapi bali dinilai unggul dalam kualitas karkas, karena memiliki postur yang ramping dengan kaki kecil dan kulit tipis, sehingga menghasilkan lebih banyak daging.
“Karkas sapi Bali itu memang bagus, karena lebih banyak dagingnya dibandingkan lemak. Sedangkan limosin punya kelebihan pada daging yang tebal dan tampilannya yang gagah,” ungkapnya.
Lapak tersebut menawarkan sapi kurban dengan harga bervariasi, mulai dari Rp19 juta hingga Rp130 juta, tergantung dari jenis dan bobotnya.
Berat sapi yang dijual berkisar antara 250 kilogram hingga mencapai 1 ton.
Jaminan Kesehatan Hewan
Meski menghadapi kendala dalam pasokan, Lukman menegaskan bahwa semua hewan yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat.
Setiap ekor sapi dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta dokumen perjalanan yang sah.
“Kita pastikan semua sapi sudah lolos pemeriksaan. Selain itu, selama di sini juga kita rawat dengan baik, diberikan vitamin secara rutin supaya tetap sehat sampai hari H,” tutup Lukman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







