Akurat

Waspada! Sapi Mudah Kembung di Musim Hujan, Ini Cara Cegah dan Menanganinya

Eko Krisyanto | 4 Oktober 2025, 19:28 WIB
Waspada! Sapi Mudah Kembung di Musim Hujan, Ini Cara Cegah dan Menanganinya

AKURAT.CO Musim hujan biasanya membawa berkah bagi peternak: hijauan melimpah, rumput tumbuh subur, dan pakan mudah didapat. Namun, di balik melimpahnya pakan segar, tersembunyi ancaman serius bagi kesehatan sapi, kembung atau bloat.

Masalah ini sering disepelekan, padahal bisa berakibat fatal. Dalam hitungan jam, sapi yang tampak sehat bisa mati mendadak akibat tekanan gas berlebih di dalam perut.

Karena itu, pemahaman tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahannya menjadi kunci utama menjaga ternak tetap aman selama musim hujan.

Apa Itu Kembung pada Sapi?

Kembung adalah kondisi ketika gas atau busa terperangkap di dalam rumen dan retikulum (bagian lambung sapi) sehingga tidak bisa keluar secara normal.

Akibatnya, perut bagian kiri sapi tampak menonjol, dan tekanan gas dapat menekan paru-paru hingga membuat sapi sulit bernapas. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berujung pada kematian mendadak.

Baca Juga: BGN Pastikan Keamanan Program MBG, Perkuat Pengawasan dan Transparansi Publik

Penyebab Utama Kembung di Musim Hujan

  1. Rumput muda dan terlalu basah. Kandungan air tinggi membuat fermentasi di lambung lebih cepat dan gas menumpuk.

  2. Pakan tanpa pelayuan. Hijauan yang baru dipanen atau masih basah karena hujan langsung diberikan tanpa dikeringkan lebih dulu.

  3. Pakan tinggi leguminosa atau konsentrat. Kurangnya serat kasar mempercepat pembentukan gas.

  4. Kondisi kandang lembap. Lingkungan dingin dan lembap menurunkan aktivitas mikroba pencerna dan mengganggu fungsi rumen.

Tanda-Tanda Sapi Kembung

Peternak perlu tanggap jika sapi menunjukkan gejala berikut:

  • Perut kiri tampak membesar.

  • Sapi gelisah dan sering menendang atau mengais perut.

  • Pernapasan cepat dan dangkal, terkadang disertai suara “gendang” saat perut ditepuk.

  • Nafsu makan menurun atau hilang sama sekali.

  • Kondisi bisa memburuk dalam waktu singkat, bahkan hanya beberapa jam.

Langkah Pencegahan Sapi Kembung

Agar ternak tetap sehat di musim hujan, lakukan langkah pencegahan berikut:

Baca Juga: Kampung Sunyi Suwirjo, Wahana Rumah Hantu Terbaru di Gading Serpong dengan Sensasi Horor Khas Jawa

  1. Layukan hijauan sebelum diberikan. Biarkan 2–4 jam agar kadar air turun dan fermentasi lebih stabil.

  2. Seimbangkan pakan. Kombinasikan hijauan leguminosa dengan rumput berserat tinggi.

  3. Hindari penggembalaan terlalu pagi. Rumput berembun atau basah akibat hujan rawan menyebabkan kembung.

  4. Tambahkan pakan kering atau jerami. Ini membantu menstabilkan fermentasi di rumen.

  5. Jangan memberi pakan terlalu banyak sekaligus. Lebih baik sedikit tapi sering.

  6. Jaga kandang tetap kering dan bersih. Pastikan ventilasi baik dan tidak ada genangan air.

  7. Lakukan pemeriksaan rutin dan pemberian obat antiparasit. Sistem pencernaan yang sehat mencegah risiko kembung berulang.

Cara Menangani Sapi yang Sudah Kembung

Jika sapi sudah menunjukkan tanda-tanda kembung, lakukan pertolongan pertama dengan langkah berikut:

  1. Biarkan sapi berdiri. Jangan biarkan berbaring agar gas bisa bergerak ke arah mulut.

  2. Tahan mulut dengan kayu. Membantu pengeluaran gas.

  3. Berikan obat anti-foam atau cairan khusus kembung.

  4. Gunakan selang lambung (stomach tube) untuk mengeluarkan gas, tetapi hanya dilakukan oleh orang berpengalaman.

  5. Ajak sapi berjalan perlahan atau tempatkan tubuh depan lebih tinggi dari belakang agar gas mudah keluar.

  6. Jika keadaan gawat, hubungi dokter hewan. Dalam kasus parah, dokter bisa melakukan penusukan perut kiri (dengan trocar) untuk melepaskan gas secara aman.

Untuk pemulihan, berikan obat pendukung seperti simethicone (anti-foam), probiotik, dan pakan ringan berserat tinggi hingga kondisi sapi stabil kembali.

Baca Juga: Menkomdigi Saksikan Pengukuhan PWI Persatuan, Tegaskan Dukungan pada Kebebasan Pers

Kuncinya: Cegah Sebelum Terjadi

Kembung memang menjadi ancaman serius bagi peternak, terutama di musim hujan.

Namun, risiko ini bisa ditekan seminimal mungkin dengan pakan yang tepat, manajemen kandang yang baik, dan pengawasan rutin.

Dengan kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan yang disiplin, peternak tidak hanya menjaga kesehatan ternaknya, tapi juga melindungi produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan mereka.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.