Akurat

Bakal Bangun 100 Sekolah Rakyat Tiap Tahun, Prabowo: Sisa Hidup Saya untuk Mengubah Nasib Anak-anak Kurang Mampu

Wahyu SK | 6 Mei 2025, 20:04 WIB
Bakal Bangun 100 Sekolah Rakyat Tiap Tahun, Prabowo: Sisa Hidup Saya untuk Mengubah Nasib Anak-anak Kurang Mampu

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memutus rantai kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat dengan konsep asrama, yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin.

Program pembangunan Sekolah Rakyat tersebut disampaikannya dalam acara Halalbihalal Purnawirawan TNI-Polri di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

"Salah satu program kita nanti adalah saya akan membangun minimal 100 sekolah berasrama (Sekolah Rakyat) tiap tahun untuk keluarga yang paling tidak mampu," kata Presiden Prabowo.

Baca Juga: Mensos: Lebih dari 5.000 Siswa Lulus Seleksi Administratif Sekolah Rakyat

Sekolah berasrama biasanya diperuntukkan bagi siswa dengan kecerdasan tertinggi, tetapi dalam visinya, sekolah jenis itu akan diarahkan untuk menciptakan keadilan sosial.

"Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak harus jadi tukang becak. Kalau bapaknya susah, tidak punya penghasilan cukup, anaknya tidak boleh terus begitu. Harus ada jalan keluar," jelas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa keberanian adalah kunci untuk meraih cita-cita tersebut.

"Siapa berani, menang. Berani benar, berhasil. Kalau tidak berani, kita tidak bisa dapat apa-apa," ujarnya penuh semangat.

Baca Juga: Jamin Tepat Sasaran, Prabowo Minta Sekolah Rakyat Disiapkan dengan Matang dan Berbasis Data

Proyek Sekolah Rakyat saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Dengan target pembukaan 53 hingga 55 kampus pertama pada bulan Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut menayangkan profil calon siswa Sekolah Rakyat bernama Naila yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.

"Namanya Naila, orang tuanya penghasilannya kurang dari Rp1 juta, padahal jumlah tanggungannya ada lima orang. Yang menarik bagi saya, rumahnya seperti ini, Naila masih bisa senyum," katanya dengan nada haru.

Baca Juga: Dukung Sekolah Rakyat, Kemendagri Minta Pemda Segera Beri Kejelasan Legalitas Lahan

Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan sebuah tekad. Bahwa dirinya ingin mengubah nasib anak-anak kurang mampu di Indonesia agar memiliki masa depan lebih cerah.

"Saudara-saudara sekalian. Perjuangan saya ke depan, sisa hidup saya adalah untuk mengubah nasib Naila-Naila di Indonesia," tuturnya.

"Kalau ada yang tanya, apa mungkin? Harus mungkin. Dan kita akan buktikan dengan tekad, keberanian dan pemerintahan yang bersih. Pemerintahan yang antikorupsi dan mampu menyelamatkan kekayaan negara. Naila-Naila akan punya masa depan yang baik," jelasnya.

Baca Juga: Pemda Antusias Ajukan Sekolah Rakyat, Kemensos Utamakan yang Paling Siap

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.