Akurat

Menteri PKP Yakin Sektor Perumahan Bawa Dampak Besar ke Pertumbuhan Ekonomi

Rizky Dewantara | 1 Mei 2025, 13:24 WIB
Menteri PKP Yakin Sektor Perumahan Bawa Dampak Besar ke Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meyakini sektor perumahan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk itu, dia mengajak Badan Bank Tanah, BP Tapera, PT SMF, BTN, Semen Indonesia Gresik (SIG), PT Asatu Realty hingga developer lainnya untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen di 2025, melalui sektor perumahan.

"Sektor perumahan itu memiliki ekosistem yang luar biasa. Dampak dari sektor perumahan ke pertumbuhan ekonomi juga bagus sekali. Sehingga saya yakin kontribusinya akan cukup besar," ujarnya, dikutip Kamis (1/5/2025).

Baca Juga: Hadiri Rakortek Perumahan Perdesaan, Wagub Cik Ujang: Pemprov Siap Mendukung Presiden Prabowo Realisasikan Program 3 Juta Rumah di Sumsel

Menteri Ara menyampaikan apresiasi, terhadap kolaborasi Badan Bank Tanah dengan Tapera, PT SMF, Bank BTN, dan PT SIG dalam penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Jadi terima kasih. Mari kita bekerja keras, memberi contoh, cari terobosan. Salah satu terobosannya dengan Bank Tanah dan sudah ada pertemuan dengan pengembang. Saya rasa dengan model (perumahan) hari ini dengan (ekosistem) Bank Tanah, Tapera, PT SMF, SIG, BTN itu sudah sangat baik," papar dia.

Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah, Perdananto Aribowo, mengatakan bahwa Badan Bank Tanah berkomitmen penuh untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya di sektor perumahan.

"Sebagai bagian dari ekosistem perumahan, kami terus berkomitmen untuk mendukung program-program perumahan rakyat melalui penyediaan lahan yang tepat, legal dan berkelanjutan. Kami juga pastikan bahwa tanah-tanah yang dikelola dapat diakses berbagai program pembangunan nasional," kata Ari.

Dia juga menyampaikan, bahwa penyediaan tanah untuk perumahan rakyat adalah pondasi penting dalam membangun keadilan sosial serta mensejahterakan masyarakat.

"Oleh karenanya kami mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dan berinovasi demi membangun masa depan Indonesia, khususnya di sektor perumahan, menjadi lebih baik, lebih inklusif, dan berkelanjutan," jelas dia.

Baca Juga: Menteri PKP: Jaga Kualitas Perumahan untuk Rakyat

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan pihaknya mendukung dan siap bersinergi penuh untuk mensukseskan program nasional untuk rumah layak huni, bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Salah satunya dengan menetapkan BPHTB gratis pada transaksi perumahan bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tentunya menurunkan biaya kepemilikan rumah bersubsidi. Ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 43 tahun 2024. Kami siap mendukung dan selalu mensukseskan program pemerintah pusat," ungkapnya.

Sebagai informasi, pembangunan perumahan Bumi Svarga Asri dibangun oleh PT Asatu Realty sebagai developer dan berada di HPL Badan Bank Tanah seluas 4,2 Ha.

PT Asatu dengan Badan Bank Tanah melakukan perjanjian pemanfaatan dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank Tanah, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) membangun pilot rumah yang sustainable.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.