Demokrat: Tidak Ada Matahari Kembar, Cuma Presiden Prabowo

AKURAT.CO Partai Demokrat memastikan bahwa tidak ada istilah matahari kembar dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Wakil Sekjen Demokrat, Afriansyah Noor, menanggapi narasi yang dikembangkan sejumlah pihak setelah sejumlah menteri bersilaturahmi dengan Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo.
Dia mengatakan, pemimpin tertinggi saat ini adalah Presiden Prabowo, yang resmi dilantik pada 20 Oktober 2024.
"Menurut saya, tidak ada matahari kembar. Setelah resmi dilantik pada 20 Oktober 2024, pemimpin tertinggi ya tetap Presiden Prabowo Subianto. Tidak ada yang lain," jelas Afriansyah, saat dihubungi Akurat.co, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Gerindra Belum Pastikan Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati
Afriansyah, yang juga menjabat Wakil Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), memastikan bahwa seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tegak lurus dan patuh terhadap arahan Presiden Prabowo.
Menurutnya, kedekatan sejumlah menteri dengan Jokowi juga tidak lepas dari banyaknya menteri saat ini yang juga menjabat saat pemerintahan Kabinet Indonesia Maju.
Namun, kedekatan ini tidak serta merta akan memunculkan matahari kembar dalam kepemimpinan nasional.
"Saya sendiri kan pernah jadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan di zaman Pak Jokowi. Jadi ketika pemimpin saya sekarang ini adalah Pak Prabowo, otomatis saya menjalankan tugas fungsi dan kerja atas perintah dan atas program visi dan misi dari Pak Prabowo. Jadi tak ada matahari kembar," jelas Afriansyah.
Baca Juga: Gerindra: Prabowo Tak Terganggu Menterinya Banyak yang Sowan ke Rumah Jokowi
Dia mengatakan, kedatangan sejumlah menteri ke kediaman Jokowi hanyalah sebagai upaya untuk menjalin silaturahmi dengan pemimpin terdahulu.
Sebagaimana hal ini juga dicontohkan Presiden Prabowo yang selalu menjaga hubungan dengan Presiden RI terdahulu, baik dengan Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono, bahkan Megawati Soekarnoputri.
"Ini contoh pemimpin yang baik. Yang mau bersilaturahmi dengan para presiden sebelumnya dan bersedia untuk menjaga hubungan yang baik," tutur Afriansyah.
Selain silaturahmi, hubungan baik Presiden Prabowo dengan Presiden RI terdahulu juga menjadi langkah penting untuk menciptakan suasana kondusif di tengah tantangan global.
Baca Juga: Golkar Tegas Bantah Isu Matahari Kembar dalam Pemerintahan Prabowo
"Dari Ibu Mega kemudian Pak SBY dan Pak Jokowi ini kan beda-beda zaman. Beda waktu dan suasana, baik suasana perekonomian, suasana politik, suasana keamanan. Dari sinilah Pak Prabowo belajar banyak dan kebetulan Pak Prabowo ini orang yang rajin bersilaturahmi. Jadi, jelas pemimpin kita saat ini Prabowo Subianto," Afriansyah menegaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








