Terima Investasi dari Qatar, Danantara Sukses Dapat Kepercayaan Global

AKURAT.CO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sudah mendapat kepercayaan di kancah dunia.
Demikian dikatakan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait, terkait langkah pemerintah Qatar yang membuka diri untuk berinvestasi di Danantara senilai USD2 miliar atau setara Rp33 triliun.
"Danantara mulai dapat kepercayaan dari masyarakat dunia internasional. Selamat buat Presiden Prabowo Subianto dan sahabat saya Ketua Danantara, Bapak Rosan Roeslani. Maju terus untuk Indonesia yang lebih baik," ucapnya melalui Instagram pribadi, dikutip Rabu (26/4/2025).
Seperti diketahui, kesepakatan ini disampaikan Presiden Prabowo usai melakukan pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim ibn Hamad Al Thani, di Istana Amiri Diwan, Doha, pada Minggu (13/4/2025).
Baca Juga: IHSG Menguat Setelah Pengumuman Struktur BPI Danantara, Rosan Roeslani: Tren Positif Terlihat
Maruarar merasa bersyukur dirinya bisa turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan yang produktif dan bersejarah bagi Indonesia dan Qatar.
Ia menceritakan, kesepakatan itu berlangsung sangat cepat.
Awalnya, Emir Qatar menanyakan kepada Presiden Prabowo mengenai Danantara.
Hal ini kemudian dijawab secara lugas oleh Presiden Prabowo dan ditambahkan Ketua Danantara, Rosan Roeslani.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Kepengurusan Danantara Profesional: Prabowo Tidak Menitipkan Orang Satupun
"Dan Pak Prabowo menjelaskan bahwa itu kumpulan daripada aset negara kita supaya bisa buat perencanaan yang efektif, produktif dan efisien. Dengan kekayaan alam yang luar biasa, juga hilirisasi yang dilakukan, apakah bauksit, nikel dan sebagainya," jelas Maruarar.
Setelah diskusi berlangsung selama 20 menit, Emir Qatar langsung menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Danantara.
"Yang menarik dari diskusi itu, kemudian langsung terjadi suatu kesepakatan. Bagaimana Emir Qatar menyampaikan, saya siap, ayo kita mulailah. Sesuatu yang nyata, dalam 20 menit dia menyampaikan 2 miliar Dolar. Jadi Indonesia juga 2 miliar Dolar," kata Maruarar.
Baca Juga: Susunan Danantara Bersih dari Titipan Politik, Bukti Presiden Prabowo Kedepankan Meritokrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









