Akurat

Mudik 2025: Aturan One Way Akan Diterapkan Jika Lalu Lintas Lebihi 8.000 Kendaraan per Jam

Yusuf | 26 Maret 2025, 23:42 WIB
Mudik 2025: Aturan One Way Akan Diterapkan Jika Lalu Lintas Lebihi 8.000 Kendaraan per Jam

AKURAT.CO Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, sistem rekayasa lalu lintas one way di jalan tol hanya akan diberlakukan jika jumlah kendaraan yang melintas melebihi 8.000 unit per jam.

Kebijakan ini menjadi strategi utama Korps Lalu Lintas untuk mengurai kepadatan arus mudik.

“One way baru akan diterapkan jika volume kendaraan melebihi 8.000 unit per jam. Jika masih di bawah angka itu, maka rekayasa lalu lintas yang diterapkan adalah sistem contraflow agar arus kendaraan tetap lancar,” ujar Sigit dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).

Saat melakukan inspeksi di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kapolri memastikan kesiapan infrastruktur serta mengevaluasi kesiapan personel dalam mengatasi lonjakan pemudik Lebaran 2025.

Ia menegaskan bahwa kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas, termasuk penerapan sistem ganjil-genap, contraflow, hingga one way, menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Hari ini kami mulai menerapkan rekayasa lalu lintas. Contraflow diberlakukan di ruas tol KM 47 hingga KM 70. Jika diperlukan tindakan lebih lanjut, maka skenario one way juga telah kami persiapkan,” jelasnya.

Baca Juga: Menko PMK Pratikno Sidak Mudik di KM 57 dan Merak: Pastikan Arus Lancar, Tak Ada Kendala!

Untuk memastikan informasi ini tersampaikan kepada masyarakat, Kapolri menginstruksikan penyebarluasan kebijakan rekayasa lalu lintas melalui media sosial, televisi, dan media arus utama.

Tujuannya, agar masyarakat mengetahui perubahan arus lalu lintas sejak dini dan dapat menyesuaikan perjalanan mudik mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri Listyo Sigit didampingi oleh Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Mereka meninjau berbagai fasilitas pendukung di Rest Area KM 57, termasuk tempat ibadah, ruang laktasi, stasiun pengisian kendaraan listrik, hingga layanan bengkel untuk kendaraan yang membutuhkan perbaikan ringan selama perjalanan.

Selain itu, Kapolri bersama Menko PMK Pratikno dan Panglima TNI juga meninjau kesiapan mudik di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten. Pemantauan dilakukan melalui udara dengan Helikopter Super Puma milik TNI.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Menteri PPPA Arifatul Choiril Fauzi turut serta dalam pemantauan guna memastikan kelancaran arus mudik, terutama dari aspek kesehatan dan perlindungan bagi kelompok rentan.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Kepengurusan Danantara Profesional: Prabowo Tidak Menitipkan Orang Satupun

Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
Herry Supriyatna