Akurat

Ada Efisiensi Anggaran, DPR Dorong Keterlibatan Swasta dalam Pembangunan Daerah

Paskalis Rubedanto | 20 Maret 2025, 19:43 WIB
Ada Efisiensi Anggaran, DPR Dorong Keterlibatan Swasta dalam Pembangunan Daerah

AKURAT.CO Komisi II DPR RI, mendorong keterlibatan swasta dalam pembangunan daerah untuk mengatasi pengangguran.

Sebab, dampak efisien anggaran tak hanya dirasakan kementerian dan lembaga saja, kepala daerah ikut merasakan kesulitan mengatur dana pembangunan.

Di mana dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipangkas Rp50 triliun lebih, membuat daerah harus menunda sejumlah program pembangunan.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Bahtra Banong, meyakini di balik kesulitan, pastilah ada jalan keluar. Yakni, peran swasta melalui dana Corporate Social Responsbility (CSR), ternyata cukup membantu.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Debat Paslon Saat PSU Pilkada Hanya Disiarkan Secara Online

Seperti yang dilakukan Agung Sedayu Group, selaku pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 berkomitmen untuk membantu Pemkot Serang lewat CSR-nya.

"Kita apresiasi peran swasta yang berperan aktif dalam pembangunan daerah. Pokoknya dalam pembangunan dan kemajuan suatu daerah, kita dukung," paparnya di Jakarta, Kamis (19/3/2025).

Dia mengatakan, investasi dari swasta selain sangat membantu daerah dalam percepatan pembangunan, terbukti efektif dalam membuka lapangan kerja.

"Semakin banyak investor yang membangun bisnis di suatu daerah, semakin besar daerah itu untuk maju. Semakin cepat berkembang aerah tersebut," papar politikus Partai Golkar itu.

Sebelumnya, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyatakan dukungannya terhadap rencana investasi PIK 2 di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Dia meminta masyarakat, untuk tidak mengganggu investor yang berencana akan menanamkan modalnya. Pada Rabu (12/3/2025), perwakilan Agung Sedayu Group selaku pengembang PIK 2 Township Management Division menyambangi Pemkot Serang.

Baca Juga: Ada Efisiensi, Anggaran PSU Pilkada Turun Jadi Rp719 Miliar

Mereka menyampaikan, rencana untuk memberikan dana CSR untuk Pemkot Serang guna pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Kasemen.

"Ya sangat bagus kalau nawarin CSR ke Kota Serang, kita kan nyari duit. Kalau ada yang mau ngasih CSR, selama itu baik, ambil, Demi kemajuan Kota Serang," kata Budi, di Serang, Jumat (14/3/2025).

Dia mengaku, sangat terbuka dengan komitmen Agung Sedayu Group yang ingin memajukan Kota Serang. Apalagi tujuannya mulia, menumbuhkan perekonomian serta menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.

"Kalau bagus, manfaat, pembelian tanah sesuai dengan harga pasaran, ya kita ladenin gitu aja. Buat apa dibikin sulit," tegas Budi.

Dia juga mengaku, apabila PIK 2 ingin berinvestasi di Kota Serang, sesuai dengan janji politiknya, yakni menciptakan kota mandiri.

"Bisa jadi, apa pun bisa terjadi selama itu positif dan bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Serang. Terutama angka kemiskinan. Selama itu ada kajian yang baik untuk masyarakat Kota Serang, saya akan terima," tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Serang, Wahyu Nurjamil menyambut rencana kolaborasi PIK 2 dengan Pemkot Serang, demi mendukung perekonomian masyarakat khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Serang.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Kampanye Akbar Sebelum PSU Pilkada Ditiadakan

Kota Serang sangat tertarik dengan tawaran kolaborasi yang disampaikan PIK 2, terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM dan pariwisata. Kerja sama ini, kata dia, menjadi bagian dari program percepatan pembangunan di Kota Serang.

"Kiranya ini menjadi percepatan bagi program yang bisa mendukung kegiatan pariwisata dan UMKM di Kota Serang," katanya.

Wahyu menegaskan, kolaborasi awal terkait program CSR dari PIK 2. Ke depan diharapkan adanya kerja sama investasi dari keduanya. Kolaborasi itu diharapkan bisa mencakup berbagai bentuk bantuan. Mulai dari fasilitas publik, ruang terbuka hijau, hingga sentra kuliner UMKM.

"Untuk pariwisata tergantung Kota Serang punya konsepnya di mana, jadi tidak terbatas pada objek tertentu yang penting pariwisata. Jadi kita yang menyiapkan tempatnya, nanti mereka yang membangun dan menyediakan kebutuhan," katanya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.