Program 3 Juta Rumah Diusulkan untuk Relokasi Warga dari Tempat Rawan Banjir

AKURAT.CO Program 3 juta rumah yang menjadi salah satu unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai dapat dimanfaatkan untuk merelokasi masyarakat dari kawasan rawan banjir.
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menyebut, langkah itu bisa menjadi solusi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi dampak banjir yang berulang kali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Jakarta dan Bekasi.
"Bisa enggak sih sebagian dari tiga juta rumah itu dialokasikan untuk masyarakat yang rumahnya pasti kebanjiran setiap kali curah hujan tinggi? Ini bisa jadi langkah strategis," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga: KPPU Dorong Program 3 Juta Rumah Libatkan UMKM untuk Cegah Monopoli
Namun, Hendri menegaskan bahwa relokasi saja tidak cukup untuk mengatasi masalah banjir.
Ia menyarankan agar kawasan perumahan yang telah direlokasi kemudian dirobohkan dan diubah fungsinya menjadi area resapan air.
"Setelah warga dapat rumah baru, kawasan lama yang rawan banjir itu dibongkar saja. Jadikan danau, misalnya Danau Galaksi atau Danau Nusa Indah. Jadi, selain menyelesaikan masalah banjir, kita juga menciptakan ruang terbuka yang bermanfaat," jelasnya.
Baca Juga: Kerja Sama Indonesia-Qatar Bisa Percepat Realisasi Program 3 Juta Rumah
Hendri berharap usulan tersebut bisa menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan tata ruang dan penanggulangan bencana.
Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pembangunan perumahan, agar masalah serupa tidak terulang di masa depan.
"Harusnya sih diaudit terlebih dahulu ya. Mengapa izin itu bisa diberikan padahal daerahnya berpotensi banjir," pungkasnya.
Baca Juga: BTN Perkuat Komitmen di Sektor Perumahan Lewat Super Apps dan Program 3 Juta Rumah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









