Pertamina Perlu Kembalikan Kepercayaan Publik terhadap Kualitas BBM

AKURAT.CO PT Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai harus mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dijual.
Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talatto, menyoroti beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh Pertamina untuk menjamin transparansi dan kualitas BBM di pasaran.
Menurut Abra, pengawasan terhadap BBM yang beredar harus lebih ketat dan tidak hanya bergantung pada uji laboratorium internal.
Ia menilai keterlibatan lembaga independen, akademisi, serta pakar di bidang energi menjadi penting untuk memastikan kualitas BBM yang dijual sesuai standar.
“Saat ini pengawasan masih dilakukan oleh internal pemerintah dan Pertamina sendiri, yang berada di bawah Kementerian ESDM. Hal ini masih menimbulkan keraguan di masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Masyarakat Butuh Kepastian Tata Kelola di Pertamina, INDEF: Belum Ada Langkah Konkret
Abra juga menyoroti keterbatasan pengambilan sampel BBM yang saat ini hanya dilakukan di titik-titik tertentu di wilayah Jabodetabek.
Menurutnya, pemeriksaan harus diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat terkait kualitas BBM di seluruh negeri.
“Tidak cukup hanya di Jabodetabek, misalnya Depok atau Rumpin. Pengambilan sampel harus lebih merata di berbagai wilayah. Jika uji lab dilakukan oleh tim independen dan hasilnya transparan, ini bisa membantu mengembalikan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Abra juga mendorong pemerintah dan Pertamina untuk membuka data mengenai kualitas BBM yang dijual pada periode 2018 hingga 2023.
Menurutnya, transparansi mengenai kualitas BBM di tahun-tahun tersebut penting untuk memastikan apakah konsumen telah mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi.
“Oke, kalau sekarang BBM-nya sudah sesuai standar. Tapi pertanyaannya, bagaimana dengan BBM yang dibeli konsumen pada periode 2018 hingga 2023? Apakah kualitasnya sudah sesuai spesifikasi?” ujarnya.
Ia menegaskan, publikasi hasil uji sampling di berbagai depo dan SPBU pada periode tersebut perlu dilakukan untuk membuktikan komitmen Pertamina dalam menjaga kualitas BBM.
Baca Juga: Ahok Senang Jika Diperiksa Soal Kasus Korupsi Pertamina, Ini Kata Jampidsus
“Hasil uji laboratorium dari periode 2018 hingga 2023 perlu dipublikasikan. Ini penting untuk menunjukkan bahwa Pertamina memang sudah patuh terhadap standar kualitas BBM,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Abra berharap Pertamina dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitasnya dalam menjamin kualitas BBM yang dikonsumsi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








