Akurat

Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jakarta Targetkan 17 SPPG Beroperasi di Januari 2025

Citra Puspitaningrum | 6 Januari 2025, 17:33 WIB
Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jakarta Targetkan 17 SPPG Beroperasi di Januari 2025

AKURAT.CO Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, bersama Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, meninjau langsung pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis hari ini, Senin (6/1/2025).

Di Jakarta, sebanyak 558 paket MBG dibagikan di SD-SMP Barunawati, sementara 655 paket lainnya diberikan kepada siswa SMPN 61 Palmerah, Jakarta Barat.

Teguh mengatakan, sebagai pendukung pelaksanaan program, sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Jakarta.

Pada hari pertama pelaksanaan, SPPG menyediakan 12.054 porsi makanan untuk 41 sekolah. Dia berharap, lokasi SPPG berada tidak lebih dari lima kilometer dari sekolah untuk memastikan kelancaran distribusi dan kualitas makanan.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Beberapa Daerah Masih Gunakan Dana Pribadi Prabowo

"Diharapkan pada Januari 2025 ini akan ada tambahan 13 SPPG lagi. Dengan demikian, total akan ada 17 SPPG yang beroperasi dari target 153 SPPG tahun ini," kata Teguh, Senin (6/1/2025).

Dia menyebutkan, menu makanan pada hari pertama cukup variatif, seperti nasi, tumis kacang panjang, ayam, tahu goreng, dan jeruk. Variasi menu akan terus berganti setiap minggu untuk menjaga keberagaman nutrisi dan mendorong budaya konsumsi makanan sehat.

"Kami juga mensosialisasikan budaya Habiskan Porsi Makanmu. Anak-anak terlihat senang dan semangat menikmati makanannya," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan program MBG bukan sekadar memberikan makanan bergizi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi muda Indonesia. Pada hari pertama pelaksanaan, program ini telah berjalan di 26 provinsi dengan melibatkan 190 SPPG.

"Presiden berharap program MBG ini dapat menjadi langkah awal menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa," kata Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.