Akurat

Oplah dan Cetak Sawah Bakal Selesaikan Persoalan Impor Beras

Mukodah | 1 Januari 2025, 21:40 WIB
Oplah dan Cetak Sawah Bakal Selesaikan Persoalan Impor Beras

AKURAT.CO Program optimasi lahan atau oplah dan cetak sawah diyakni dapat menyelesaikan persoalan impor beras dengan meningkatkan produksi dalam negeri, demi mewujudkan swasembada pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan, oplah dan cetak sawah yang bisa dilakukan salah satunya di wilayah Kalimantan Selatan, dengan potensi lahan yang dapat digarap mencapai 500 ribu hektare.

"Dengan pengembangan potensi optimalisasi lahan seluas 500 ribu hektare dan cetak sawah salah satunya di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, maka kebutuhan beras Indonesia dapat tercukupi tanpa impor lagi," kata Mentan, melalui keterangannya, Rabu (1/1/2025).

Baca Juga: Tinjau Cetak Sawah di Manokwari, Mentan Dorong Pompanisasi dan Mekanisasi

Mentan mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi potensial oplah dan cetak sawah di Desa Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Dengan potensi 500 ribu hektare lahan yang digarap maksimal, maka dapat menghasilkan lima juta ton gabah.

Dengan demikian Indonesia dapat menutup impor.

Baca Juga: Berikan Bantuan Irigasi Perpompaan, Kementan Optimis 30 Hektare Sawah di Kapringan Indramayu Optimal

"Kalau 500 ribu ini, tanam saja dua kali dengan produktivitas lima ton, ini artinya bisa menghasilkan lima juta ton gabah. Ini bisa menyelesaikan impor kita yang hanya tiga juta ton. Jadi, Kalimantan Selatan bisa menyelesaikan impor kita," jelas Mentan.

Untuk itu, Mentan mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, swasta dan petani untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

"Kita kolaborasi, melihat ini air melimpah, tanahnya subur. Tidak ada alasan kita tidak berproduksi dengan baik," katanya.

Baca Juga: Mardiono Turun ke Sawah di Sukabumi, Dengarkan Langsung Keluhan Petani dan Berikan Solusi

Mentan menambahkan, saat ini sektor pertanian mendapat dukungan besar dari Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan yang berpihak kepada petani.

Seperti regulasi pupuk bersubsidi, penguatan anggaran sektor pertanian, harga pokok penjualan (HPP) beras dan jagung yang dinaikkan sampai pemberian bantuan sarana-prasarana produksi.

"Ini luar biasa perhatian Bapak Presiden terhadap petani Indonesia. Kami ajak seluruh petani Indonesia, ayo kita berproduksi, ayo kita swasembada secepat-cepatnya sesuai arahan Bapak Presiden," demikian Mentan.

Baca Juga: Potensi Sangat Bagus, Pakar UGM Yakin Program Cetak Sawah Merauke Sukses

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK