Akurat

Gelar Wisuda Hybrid, Unsia Targetkan Top 10 Asia

Mukodah | 9 Desember 2024, 21:05 WIB
Gelar Wisuda Hybrid, Unsia Targetkan Top 10 Asia

AKURAT.CO Universitas Siber Asia (Unsia) menargetkan posisi 10 besar di tingkat Asia sebagai online university pada 2029.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Unsia, Jang Youn Cho., Ph.D., CPA dalam acara Wisuda Periode II Tahun Akademik 2023/2024 di Jakarta, yang digelar Minggu (8/12/2024).

"Misi Unsia adalah menjadi universitas siber bereputasi dan bermartabat di tingkat ASEAN dan masuk sebagai 10 top online universitas terbaik di wilayah Asia. Serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu dan pengetahuan di era cyber society," ungkap Cho, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (9/12/2024).

Untuk mencapai hal ini, Unsia akan menerapkan berbagai strategi dalam bidang Tri Darma Perguruan Tinggi.

Terus meningkatkan kualitas pengajaran serta penelitian dan  meningkatkan kerja sama dengan berbagai lembaga bereputasi dalam dan luar negeri yang dapat memberikan dampak positif kepada institusi, dosen, mahasiswa serta masyarakat.

Baca Juga: Mukhamad Misbakhun Wisuda Doktoral di JCC Senayan

Salah satunya adalah dengan menambah jumlah program studi di jenjang S1 dan S2, yaitu Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, serta Magister Administrasi Bisnis dan Teknik Informatika.

"Dengan penambahan jumlah program studi di tahun ke empat Unsia, kami berharap masyarakat akan memiliki program studi yang lebih variatif untuk belajar kapan pun dan di manapun mereka berada," jelas rektor asal Korea Selatan itu.

Pada kesempatan ini, Unsia mewisuda 170 mahasiswa secara hybrid (online dan onsite).

Wisudawan ini terdiri dari 81 wisudawan Program Studi Manajemen, 19 wisudawan Akuntansi, wisudawan Sistem Informasi sebanyak 24 orang, 31 wisudawan Informatika dan 15 wisudawan Komunikasi.

Dari total 170 mahasiswa yang diwisuda, sebanyak 138 mahasiswa hadir secara onsite dan 32 secara online.

Baca Juga: Wisuda ke-28 USNI: Wamen Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Beri Pesan Inspiratif untuk Lulusan!

Mengusung tema "Synergy of AI and Higher Education for Digital Literacy of Ethical and Globally Insightful Young Generation" Unsia menghadirkan Prof. Muhamad Nasir, Ph.D., CPA, Menteri Riset dan Teknologi 2014-2019 sebagai keynote speaker.

Prof. Nasir menggarisbawahi pentingnya kompetensi teknologi dalam menghadapi masa depan.

Para wisudawan telah mendapatkan bekal penting, tidak hanya dalam bentuk pengetahuan akademik tetapi juga literasi digital dan pemahaman nilai-nilai etika.

Semua ini akan menjadi modal utama bagi untuk bersaing di pasar kerja global dan sebagai inovator di bidang masing-masing.

"Beberapa pekerjaan yang tidak digantikan oleh robot antara lain dosen, terapis, psikolog, koreografer, sales engineers, instructional coordinators, dokter dan ahli bedah. Peserta didik perlu dosen untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kecerdasan emosional, hal ini hanya dapat diberikan oleh dosen (manusia). Perguruan tinggi berperan dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif, terampil, entrepreneur dan berkarakter," tutur Prof. Nasir.

Baca Juga: Orasi Ilmiah Wisuda STAI Sadra, Prof Abdul Mustaqim Tegaskan Moderasi Beragama Kunci Kerukunan Umat Menuju Indonesia Emas 2045

Pada acara wisuda kedua kali ini terasa sedikit berbeda karena salah satu mahasiswa yang diwisuda telah bergelar guru besar/profesor.

Mahasiswa tersebut adalah Abdul Aziz mahasiswa dari Program Studi PJJ S1 Manajemen.

Abdul Aziz telah menerima Sertifikat Uji Kompetensi Jabatan Akademik Dosen dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebagai guru besar/profesor dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Ekonomi Syariah.

Abdul Aziz sendiri merupakan dosen di salah satu Institut Agama Islam Negeri di Jawa Barat, merupakan mahasiswa UNSIA yang lahir pada tahun 1973, masuk menjadi mahasiswa di Prodi PJJ S1 Manajemen pada tanggal 29 Maret 2021.

Selain ada mahasiswa yang diwisuda sudah bergelar guru besar/profesor, Unsia juga mewisuda tiga mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Skotlandia, Jepang dan Arab Saudi.

Baca Juga: Polbangtan dan PEPI Kementan Gelar Wisuda Nasional, Ciptakan Generasi Unggul

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Didik Rusmanto prodi PJJ S1 Informatika yang berdomisili di Scotlandia, Rima Nuroktaviani prodi PJJ S1 Manajemen yang berdomsili di Jepang dan Yohannes prodi Sistem Informasi yang berdomisili di Arab Saudi.

Menurut mereka, Unsia yang menerapkan pembelajaran full online merupakan solusi bagi mereka yang bekerja maupun tinggal di luar negeri untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi/kuliah.

Dan pada kesempatan ini ketiga mahasiswa ini mengikuti wisuda secara onsite.

Saat ini Unsia merupakan universitas swasta pertama di Indonesia yang menerapkan sistem pembelajaran full online.

Universitas ini juga telah terakreditasi Baik Sekali oleh BAN-PT dan terakreditasi internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK