Akurat

Lagi Banyak Kasus, Polri Diminta Jangan Sampai Salah Langkah

Atikah Umiyani | 3 Desember 2024, 22:12 WIB
Lagi Banyak Kasus, Polri Diminta Jangan Sampai Salah Langkah

AKURAT.CO Pengamat Kepolisian ISESS, Bambang Rukminto, mengingatkan institusi Kepolisian RI (Polri), jangan sampai salah mengambil langkah, di tengah banyak anggotanya yang terjerat kasus.

Seperti diketahui, ada beberapa kasus yang belakangan ini terjadi seperti kasus polisi tembak polisi di Sumatera Barat, polisi tembak pelajar di Semarang, dan terbaru polisi memukul ibunya hingga tewas dengan menggunakan tabung gas 3 Kg di Bogor.

Bambang mengatakan, adanya berbagai kasus ini sudah pasti akan memperburuk citra kepolisian di mata publik. Namun begitu, dia mengingatkan agar Polri tak menghalaunya dengan mengeluarkan survei kepuasan publik.

Baca Juga: Banyak Polisi Bermasalah, Kapolri Didesak Copot Jabatan Atasan

Sebab, Bambang mengatakan, berbagai survei yang dikeluarkan sama sekali tidak memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan yang melanda internal Polri.

"Problemnya alih-alih melakukan evaluasi, seringkali Polri malah merilis survey angka kepercayaan publik yang meningkat, yang sebenarnya justru tak memberi solusi secara substansial," kata Bambang kepada Akurat.co, Selasa (3/12/2024).

Sebaliknya, dia justru menyarankan Polri untuk mengambil tindakan tegas dalam menangani berbagai masalah tersebut.

Sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan melekat (Waskat) di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Menegakkan peraturan yang ditandatangani beliau sendiri yakni Perkap 2 tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat. Dengan memberi sanksi atasan 2 tingkat ke atas para pelaku pelanggaran disiplin maupun pidana," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.