Akurat

Poltracking Perkuat Keakuratan dan Validitas Survei dengan Verifikasi Data Lima Lapis

Mukodah | 18 November 2024, 18:37 WIB
Poltracking Perkuat Keakuratan dan Validitas Survei dengan Verifikasi Data Lima Lapis

AKURAT.CO Dengan proses verifikasi data lima lapis, Poltracking Indonesia menjaga akurasi dan kepercayaan publik.

Setiap langkah verifikasi dirancang untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan keandalan hasil survei.

Metodologi ini membuat Poltracking dipercaya publik dan berbagai pihak sebagai sumber data yang presisi dan dapat diandalkan.

Direktur Poltracking, Masduri Amrawi, menjelaskan, proses verifikasi lima lapis meliputi geolocation, analisis foto, threshold durasi, konsistensi jawaban dan konfirmasi telepon.

Setiap survei diharuskan melewati tahapan verifikasi lima lapis untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh.

Proses ini dirancang untuk meminimalkan potensi kesalahan dan meningkatkan kepercayaan terhadap hasil survei.

Baca Juga: Erick Thohir: Kevin Diks Cedera, Sepertinya tidak Main Lawan Arab Saudi Besok

"Nama responden yang dicantumkan oleh surveyor di Gondangdia, Menteng, bukan nama lengkap. Secara geolocation, surveyor benar melakukan survei di Gondangdia, Menteng, dengan sembilan responden terverifikasi," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/11/2024).

Verifikasi geolocation memastikan bahwa survei dilakukan di lokasi yang benar dengan menggunakan koordinat latitude dan longitude.

Tahapan ini membuktikan proses pengambilan data di lapangan berlangsung sesuai rencana dan di tempat yang seharusnya.

Hal ini menghindarkan potensi manipulasi lokasi survei.

Selanjutnya, verifikasi analisis foto dilakukan untuk mencocokkan profil demografi responden dengan data lapangan.

Metode ini membantu memastikan bahwa responden yang diwawancarai adalah orang yang sesuai dengan kriteria survei, sehingga hasilnya dapat dipercaya.

Baca Juga: Pemuda Pancasila Jakarta Optimis Pasangan RIDO Menang Satu Putaran

Dengan langkah ini, data yang dihasilkan Poltracking selalu menunjukkan kredibilitas tinggi.

Tahapan verifikasi ketiga adalah threshold durasi, di mana durasi wawancara dipantau untuk memastikan wawancara berlangsung cukup lama guna mendapatkan data yang mendalam.

Durasi yang terlalu singkat bisa menjadi indikasi bahwa survei dilakukan tidak sesuai prosedur.

Dengan adanya batasan durasi minimal survei, Poltracking Indonesia menjamin bahwa survei dilakukan secara menyeluruh.

"Konsistensi jawaban juga diperiksa untuk memastikan responden tidak memberikan jawaban yang berlawanan atau membingungkan. Responden yang lolos verifikasi ini dinilai valid," kata Masduri.

Tahap terakhir adalah konfirmasi telepon, di mana Poltracking menghubungi responden untuk memvalidasi keikutsertaan mereka dalam survei.

Meski terdapat tantangan dalam memperoleh nomor telepon, Masduri memastikan bahwa aspek ini tidak mengurangi validitas data.

"Dalam pengalaman survei memang sulit responden bisa memberikan nomor telepon, sehingga ada potensi surveyor mengisi nomor telepon sendiri. Tapi dalam verifikasi kami tidak hanya fokus pada telepon. Ada empat instrumen verifikasi lain," jelasnya.

Baca Juga: Polri Komitmen Tetap Netral dan Tindak Tegas Anggota yang Melanggar saat Pilkada

Masduri menegaskan bahwa verifikasi data di Poltracking tidak hanya bertumpu pada satu aspek, tetapi mencakup lima instrumen yang sudah ditetapkan demi memastikan data yang akurat.

Dengan metode ini, survei Poltracking diakui lolos uji ketat dan layak dipercaya sebagai acuan keputusan.
Keakuratan ini menjadi pembeda utama Poltracking dari lembaga survei lainnya.

Keberhasilan proses verifikasi data lima lapis ini memastikan Poltracking terus menjadi pelopor dalam penyediaan data yang akurat dan terpercaya.

Publik dan pengguna survei dapat merasa aman dengan data Poltracking karena telah diverifikasi melalui proses yang sangat ketat.

Terbukti, Poltracking selalu menjadi lembaga survei dengan jejak dan reputasi paling akurat di berbagai pemilu.

Selama 12 tahun berdiri, Poltracking selalu menjadi referensi utama publik dalam melihat hasil pemilu secara cepat.

Bahkan akurasi Poltracking diakui salah satu asosiasi lembaga survei, Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), yang menyebutkan Poltracking menjadi lembaga survei paling akurat di antara anggotanya.

Poltracking akurat dan paling presisi mendekati hasil rekapitulasi hitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pilpres 2024.

Rata-rata selisih quick count Poltracking hanya 0,12 persen dibanding lembaga survei lainnya.

"Bahkan, datanya bisa dilihat perbedaan hasil quick count tidak sampai satu persen, 0,1 sampai 0,5 persen dari data masuk yang sudah 100 persen. Nah, itu memang sangat akurat," kata Ketua Bidang Internal Persepi, Arya Fernandes.

Baca Juga: Bawaslu Soroti Distribusi Logistik Pilkada Saat Musim Hujan

Begitu juga pada berbagai pemilu sebelumnya, Poltracking berhasil menjadi lembaga survei paling presisi dan akurat memprediksi pemenang dan hasil real count Pilpres 2019, paling presisi memprediksi pemenang dan hasil real count Pileg 2019, paling akurat memprediksi Anies Baswedan-Sandiaga Uno mampu memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, akurat memprediksi Joko Widodo calon Presiden 2014 paling potensial dari kepala daerah.

Poltracking juga terbukti paling akurat dalam quick count Pilpres 2019, quick count Pilkada Bengkulu 2020 angka pemenang sama persis dengan real count KPU.

Kemudian quick count Pilkada Sulawesi Tengah 2020 paling presisi dengan real count KPU, quick count Pilpres 2014 paling presisi dengan hasil real count KPU.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK