Akurat

Cuaca Ekstrem Melanda, Pemerintah Diminta Serius Lakukan Mitigasi Bencana

Paskalis Rubedanto | 17 November 2024, 17:15 WIB
Cuaca Ekstrem Melanda, Pemerintah Diminta Serius Lakukan Mitigasi Bencana

AKURAT.CO Pemerintah diminta serius merancang mitigasi bencana lantaran cuaca buruk terus melanda Indonesia beberapa pekan terakhir.

Anggota Komisi VIII DPR, Abdul Fikri Faqih, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat mitigasi bencana.

Utamanya menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan banyak terjadi.

Menurutnya, Indonesia menjadi negara ring of fire, sehingga sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung api.

"Kami harapkan pemerintah melalui BNPB mengoptimalkan sinergi dengan lembaga terkait lainnya, seperti PUPR, Kemensos dan lain sebagainya untuk memperkuat pelaksanaaan mitigasi bencana," jelasnya dalam keterangan pers, Minggu (17/11/2024).

Menurut Fikri, selama ini anggaran kebencanaan yang besar adalah Dana Siap Pakai (DSP) atau dana on call.

Baca Juga: Debat Terakhir, KPUD Tampilkan Aspirasi Warga Jakarta

"Selama ini mitigasi yang kurang kerasa. Anggaran yang besar juga dana siap pakai atau on call, yang ketika ada bencana, dananya baru turun. Sehingga kami harapkan supaya penguatan lembaga BNPB, bentuknya koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait," jelasnya.

BNPB juga diharapkan agar lebih proaktif dalam berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait upaya mitigasi bencana.

Salah satunya, BPBD aktif melakukan sosialisasi dan edukasi tanggap bencana kepada masyarakat.

"Kegiatan sosialisasi dan edukasi tanggap bencana itu penting agar masyarakat menjadi lebih waspada terhadap potensi bencana dan bisa mengurangi risiko dan korban jiwa saat terjadi bencana," kata Fikri.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengusulkan perlunya merevisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana.

Agar penanggulangan segala bentuk bencana bisa disesuaikan dengan regulasinya.

Baca Juga: Komunitas Tionghoa Deklarasi Dukungan Buat Ridwan Kamil-Suswono

"Revisi undang-undang diperlukan. Agar regulasi sesuai dengan penanggulangan bencana yang semakin kompleks di masa sekarang dan ke depannya," pungkas Fikri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.