Akurat

Gubernur Lemhannas Tekankan Pentingnya Mitigasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia

Paskalis Rubedanto | 13 November 2024, 18:27 WIB
Gubernur Lemhannas Tekankan Pentingnya Mitigasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia

AKURAT.CO Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, menyoroti kerentanan Indonesia terhadap dampak perubahan iklim dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR RI.

Rapat ini membahas Kajian Strategi Lemhannas terkait dinamika geopolitik nasional, regional, dan internasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

"Sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan populasi besar, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim," ujar Ace dalam rapat.

Baca Juga: Situs NTMC Polri Diblokir, Sempat Muncul Situs Judol M88 Ketika Diakses

Ace menjelaskan, Indonesia menghadapi tantangan seperti kenaikan permukaan laut, perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, kerusakan ekosistem, dan ancaman terhadap ketahanan pangan.

Meski begitu, ia menambahkan, perubahan iklim juga membuka peluang untuk membangun negara yang lebih berkelanjutan dan tangguh, asalkan langkah-langkah yang tepat segera diambil.

Menurut Ace, Indonesia harus gesit dalam menerapkan langkah-langkah mitigasi perubahan iklim, seperti mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pengurangan bahan bakar fosil, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, melindungi dan merehabilitasi hutan, serta mendorong efisiensi energi.

Selain mitigasi, Ace juga menekankan pentingnya adaptasi, seperti membangun infrastruktur tahan bencana, sistem peringatan dini, pengembangan pertanian tahan iklim, dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Baca Juga: Jaksa Agung Pastikan Kasus Tom Lembong Bebas Politisasi

"Langkah adaptasi yang perlu dilaksanakan adalah membangun infrastruktur yang tahan terhadap bencana, sistem peringatan dini, pertanian yang tahan terhadap iklim, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan," pungkas Ace.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.