AKURAT.CO Tantangan pemuda Indonesia saat ini berbeda dengan era kolonialisme.
Di tengah derasnya arus informasi dan globalisasi, masuknya ideologi asing menjadi ancaman serius yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November menjadi momen refleksi penting bagi masyarakat untuk menjaga warisan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dan keutuhan Indonesia.
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Inggris Raya, Dr. Ezri Hayat, mengungkapkan pentingnya menanamkan semangat para pahlawan yang berjuang untuk membebaskan bangsa dari belenggu kolonialisme.
Nilai-nilai kebangsaan yang mereka perjuangkan ini harus diwariskan kepada generasi muda agar kesadaran dan semangat persatuan NKRI semakin kuat, terutama dalam menghadapi derasnya informasi dan pengaruh ideologi dari luar.
"Mereka (para pahlawan) adalah pribadi-pribadi yang terus belajar, berpikir kritis dan berdedikasi pada bangsa. Nilai-nilai inilah yang harus kita warisi dan terapkan di era modern," katanya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (10/11/2024).
Doktor bidang Construction Management and Disaster Risk Reduction dari University of Salford, UK itu menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan bangsa, terutama di era teknologi informasi.
Baca Juga: DPR: Judi Online Sulit Diberantas Selama Dilindungi 'Orang Dalam'
Menurutnya, pendidikan yang baik akan menumbuhkan generasi muda untuk berpikir kritis, mengembangkan kecerdasan intelektual.
Serta memupuk kecerdasan spiritual yang akan menjadi benteng terhadap arus informasi yang dapat menyesatkan.
Ezri mengatakan, upaya menuntut ilmu, menjaga kearifan lokal, ideologi Indonesia adalah bentuk penghargaan terhadap jasa pahlawan serta wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
"Perjuangan ini adalah bentuk rasa syukur kita. Agar Indonesia tetap kokoh dalam menghadapi perubahan zaman, pendidikan adalah bagian dari perjuangan kita," ujarnya.
Ezri berpendapat bahwa peringatan Hari Pahlawan 2024 yang mengusung tema "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu" mengingatkan generasi sekarang untuk tidak hanya menghormati pahlawan tetapi juga meneladani nilai-nilai yang mereka perjuangkan.
Tema ini mengajarkan untuk mengamalkan nilai kejujuran, keberanian dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Cinta kepada negeri berarti menjaga prinsip dan karakter bangsa Indonesia, merawat akhlak dan kebhinekaan.
Serta berani tampil di kancah internasional dengan membawa semangat Islam yang rahmatan lil 'alamin, yakni rahmat bagi seluruh alam.
Ezri yang telah bermukim selama 14 tahun di Inggris mengaku tetap memegang teguh nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Indonesia.
Misalnya, dengan mengadakan gathering atau diskusi dengan komunitas internasional.
Ia menyampaikan bahwa identitas ini bukan sekadar lambang, tetapi juga bukti dan contoh bagi dunia bahwa Indonesia adalah masyarakat yang cinta damai, toleran dan berperan aktif dalam mempererat persatuan, serta menghargai pendidikan sebagai aspek utama perjuangan.
Baca Juga: DPR Dukung Sikap Tegas Kemenperin: iPhone 16 Tertahan di Indonesia karena Tak Penuhi TKDN
"Hal ini bukan hanya sebagai identitas, tetapi sebagai bukti kepada dunia bahwa muslim Indonesia adalah masyarakat yang cinta damai, toleran dan berperan aktif dalam membawa semangat Islam yang rahmatan lil 'alamin di panggung internasional," jelasnya.
Oleh karena itu, Ezri mendorong para pemuda dan diaspora Indonesia membangun ketahanan diri melalui pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai nasionalisme dan cinta Tanah Air.
Menurut Ezri, melestarikan semangat para pahlawan adalah kunci bagi bangsa ini untuk tetap bertahan dan bersaing di panggung global.
Ia berharap tema Hari Pahlawan 2024 menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia.
Bahwa cinta kepada negara bukan sekadar rasa bangga, melainkan juga upaya untuk selalu menjaga persatuan dan keberagaman yang menjadi kekuatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









