KPU Gandeng BSSN Cegah Gangguan Keamanan Siber di Pilkada Serentak

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, untuk menangani potensi gangguan keamanan siber di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang kian marak.
"Kami bareng-bareng sama mereka juga kok, saling menjaga dan tim semacam gugus tugas tuh kan ada BSSN atau polisi siber dan seterusnya," kata Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin di kawasan Tanah Abang, Jakarta, dikutip Antara, Sabtu (9/11/2024).
Meski demikian, dia mengatakan bahwa mencegah Pilkada 2024 dari serangan siber merupakan kerja bersama semua pihak, bukan KPU semata.
Baca Juga: Inovasi Digital: DPR Dukung Penggunaan Sirekap Mobile KPU untuk Pilkada 2024
Sebelumnya, Kepala BSSN, Hinsa Siburian, mengatakan gangguan siber yang berpotensi mengancam keamanan pilkada adalah ransomware yang bisa menjatuhkan sistem atau mencuri data.
"Yang tidak kalah pentingnya adalah menyandera dan 'web defacement'. Jadi, tampilannya itu diubah," kata Hinsa di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).
Karena itu, dia memastikan bahwa BSSN sudah lama berkoordinasi dengan KPU dalam membangun Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), yakni terkait keamanan dan keandalan fungsi.
BSSN melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2024, serangan siber atau anomali trafik internet di Indonesia mencapai 122,79 juta insiden. Sebagian besar serangan ini berbentuk malware, yang mencakup sekitar 59,26% atau 72,77 juta insiden.
Selain itu, aktivitas trojan tercatat sebesar 18,20% atau 22,35 juta serangan, sementara akses ilegal dan manipulasi sistem mendominasi sebesar 8,28% atau sekitar 10,16 juta serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









