Akurat

Sultan Najamudin Terpilih Jadi Ketua DPD RI 2024-2029

Paskalis Rubedanto | 2 Oktober 2024, 06:56 WIB
Sultan Najamudin Terpilih Jadi Ketua DPD RI 2024-2029

AKURAT.CO Senator asal Bengkulu, Sultan B. Najamudin, secara resmi terpilih menjadi Ketua DPD RI periode 2024-2029, menggantikan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Pemilihan Ketua DPD yang dimulai Selasa (1/10/2024) pukul 19.30 WIB dan berakhir Rabu (2/10/2024) pukul 01.52 WIB diikuti oleh 151 Anggota DPD di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan.

Pada periode ini, sistem pemilihan Ketua DPD secara paket calon pimpinan.

Terdapat dua paket yang masing-masing terdiri dari empat Anggota DPD sebagai calon pimpinan. 

Sultan dari Sub Wilayah Barat I dalam paket pimpinan yang dibentuknya menggandeng GKR Hemas, Senator asal D.I Yogyakarta dari Sub Wilayah Barat II; Yorrys Raweyai, Senator asal Papua yang mewakili Sub Wilayah Timur II; dan Tamsil Linrung, Senator asal Sulawesi Selatan dari Sub Wilayah Timur I.

Sultan meraih suara terbanyak dengan 95 suara, mengungguli LaNyalla dengan perolehan 56 suara.

Baca Juga: Sinopsis Film Joker: Folie a Deux Tayang 4 Oktober 2024, Kisah Mencari Cinta Sejati dengan Gaya Musikal!

Senator asal Jawa Timur yang menggandeng paket pimpinan bersama Nono Sampono, Senator asal Maluku; Elviana, Senator asal Jambi; dan Andi Muhammad Ihsan, Senator asal Sulawesi Selatan.

Berdasarkan voting ini, Sultan ditetapkan sebagai Ketua DPD RI.

Kemudian GKR Hemas sebagai Wakil Ketua I, Yorrys Raweyai sebagai Wakil Ketua II dan Tamsil Linrung sebagai Wakil Ketua III.

Bertindak sebagai pimpinan DPD sementara adalah Ismeth Abdullah, Senator asal Kepulauan Riau sebagai Anggota DPD tertua dan Larasati Moriska, Senator asal Kalimantan Utara sebagai Anggota DPD termuda. 

Dalam penyampaian visi misinya, Sultan optimis eksistensi dan legitimasi DPD akan semakin maju dibawah kepemimpinannya.

Ia juga menawarkan kepemimpinan yang lebih kolaboratif dan humanis.

"Izinkan kami berempat hanya tampil sebagai pimpinan, bukan sebagai bos. Insya Allah kami akan memimpin secara demokratis tanpa tekanan. Karena paket yang kami rumuskan terdiri dari orang-orang yang berpengalaman dalam memimpin daerah dan kompeten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat daerah. Peran Pak LaNyalla selama ini sudah baik, namun izinkan kami menyempurnakan dengan lebih baik," jelasnya.

Baca Juga: Iran Serang Israel dengan Rudal, Guncang Stabilitas Kawasan Pascapenyerangan di Beirut

Sultan, yang juga mantan Wakil Gubernur Bengkulu, menyatakan bahwa DPD harus kolaboratif dan inklusif.

Menurutnya, kolaborasi antara DPD dan pemerintah atau antara legislatif dan eksekutif bisa memperkuat peran dan wewenang perwakilan daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.