Akurat

Profil dan Jejak Karier Faisal Basri, Ekonom Senior yang Tutup Usia Hari Ini Akibat Serangan Jantung

Shalli Syartiqa | 5 September 2024, 12:19 WIB
Profil dan Jejak Karier Faisal Basri, Ekonom Senior yang Tutup Usia Hari Ini Akibat Serangan Jantung

AKURAT.CO Ekonom senior dan pengamat ekonomi ternama, Faisal Basri, meninggal dunia pada Kamis (5/9/2024) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB akibat serangan jantung.

Faisal Basri berpulang di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif.

Prosesi pemakaman direncanakan berangkat setelah salat Ashar dari Masjid Az Zahra, Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan.

Sementara itu, rumah duka berada di Komplek Gudang Peluru Blok A 60, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, berikut profil dan jejak karir Faisal basri yang telah dikutip dari berbagai sumber, pada Kamis (5/9/2024).

Profil Faisal Basri

Faisal Basri yang juga dikenal dengan nama Faisal Batubara adalah seorang ekonom dan politikus Indonesia. Ia lahir pada 6 November 1959 di Bandung.

Nama "Basri" yang ia gunakan diambil dari nama ayahnya, Hasan Basri Batubara. Faisal juga merupakan keponakan dari mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik.

Baca Juga: DPR Sayangkan Ada Rp111 Triliun Anggaran Pendidikan Tak Terserap Pemerintah

Faisal menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Jakarta sebelum melanjutkan studi Ekonomi Pembangunan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Selama menjadi mahasiswa, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk terlibat dalam gerakan melawan kebijakan Normalisasi Kegiatan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) di masa Orde Baru.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di UI, Faisal melanjutkan pendidikannya di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, dan meraih gelar Magister of Arts (MA) pada tahun 1988.

Karier Faisal Basri

Faisal Basri merupakan salah satu pendiri Majelis Amanah Rakyat (MARA), yang kemudian menjadi cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN) saat awal reformasi.

Pada tahun 1998 hingga 2000, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PAN pertama.

Namun, pada tahun 2001, Faisal memutuskan mundur dari PAN, meski tetap aktif di dunia politik.

Ia mendirikan organisasi Pergerakan Indonesia dan menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional dari 2004 hingga 2010.

Faisal juga pernah maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012 melalui jalur independen, namun kalah dari calon lainnya seperti Joko Widodo, Fauzi Bowo dan Hidayat Nur Wahid.

Di bidang ekonomi, Faisal pernah menjadi Pakar Ekonomi di P3I DPR RI pada 1994-1995, serta Tenaga Ahli di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral, Ditjen Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi pada 1995-1999.

Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pada April 2023, Faisal Basri ditunjuk sebagai tim ahli dalam Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Di sisi lain, Faisal Basri juga berkarier sebagai akademisi, menjadi pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Ia mengajar berbagai mata kuliah, termasuk Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, hingga Sejarah Pemikiran Ekonomi sejak tahun 1981 hingga saat ini.

Selain itu, Faisal juga mengajar di berbagai program pascasarjana di Universitas Indonesia, seperti Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), dan program pascasarjana lainnya sejak tahun 1988 hingga sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.