Simak! Mengenal 16 Titik Megathrust di Indonesia beserta Potensi dan Sejarah Gempa

AKURAT.CO Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa bumi, dengan potensi gempa megathrust yang bisa terjadi kapan saja.
Salah satu isu yang hangat dibicarakan adalah ancaman gempa megathrust, yang dikatakan dapat memicu bencana lanjutan seperti tsunami.
Dua megathrust terdeteksi mengapit wilayah DKI Jakarta, dan salah satunya berpotensi untuk pecah sewaktu-waktu, yang dapat memicu tsunami.
Baca Juga: BKPM Usulkan Perpanjangan Insentif Pajak Untuk 18 Sektor Industri
Peringatan dua megathrust disampaikan oleh Subardjo, mantan Ketua Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (IKAMEGA), dalam acara Sarasehan Nasional IKAMEGA pada 2018 lalu.
"Berdasarkan segmentasi megathrust pada Peta Gempa Bumi Nasional 2017, kita mengetahui ada dua megathrust yang dekat dengan Jakarta. Ini bisa berdampak signifikan terhadap kerusakan bangunan atau infrastruktur di Jakarta," ujar Subardjo, dikutip Kamis (15/8/2024).
Apa Itu Gempa Megathrust?
Gempa megathrust mengacu pada gempa yang bersumber dari aktivitas pergerakan lempeng tektonik di zona megathrust, yang merupakan area pertemuan antara lempeng samudra dan lempeng benua.
Aktivitas lempeng samudra yang menyusup ke bawah lempeng benua menciptakan medan tegangan di zona kontak antar lempeng.
Baca Juga: Dapat Bonus Olimpiade Paris Rp1,6 Miliar, Ini yang akan Dilakukan Gregoria Mariska Tunjung
Ketika tegangan ini terlepas secara tiba-tiba, terjadilah gempa bumi. Proses ini menyebabkan lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra terdorong naik, sebuah fenomena yang dikenal sebagai "thrusting."
Zona megathrust telah ada sejak jutaan tahun lalu, bersamaan dengan pembentukan rangkaian busur kepulauan di Indonesia.
Dalam istilah geologi, "megathrust" berasal dari kata "mega" yang berarti besar, dan "thrust" yang berarti sesar naik.
Istilah ini kini populer digunakan untuk menyebut sumber gempa di zona tumbukan lempeng yang dangkal.
Baca Juga: KPK Sebut Pengadaan Kapal PT ASDP-Jembatan Nusantara Tak Sesuai Spesifikasi
Lokasi Zona Megathrust di Indonesia
Untuk mengantisipasi dampak dari gempa megathrust, penting bagi masyarakat untuk mengetahui lokasi-lokasi zona megathrust di Indonesia.
Negara ini memiliki beberapa zona subduksi aktif, seperti zona subduksi Sunda yang mencakup Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba; zona subduksi Banda; zona subduksi Lempeng Laut Maluku; zona subduksi Sulawesi; zona subduksi Lempeng Laut Filipina; serta zona subduksi utara Papua.
Baca Juga: Tokoh Muhammadiyah Dorong Konflik PKB-PBNU Mereda, Minta Para Kiai Dihormati
Berikut adalah 16 titik zona megathrust di Indonesia:
1. Segmen Aceh-Andaman
2. Segmen Nias-Simeulue
3. Segmen Kepulauan Batu
4. Segmen Mentawai-Siberut
5. Segmen Mentawai–Pagai
6. Segmen Enggano
7. Segmen Selat Sunda Banten
8. Segmen Selatan Jawa Barat
9. Segmen Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur
10. Segmen Selatan Bali
11. Segmen Selatan NTB
12. Segmen Selatan NTT
13. Segmen Laut Banda Selatan
14. Segmen Laut Banda Utara
15. Segmen Utara Sulawesi
16. Segmen Subduksi Lempeng Laut Filipina
Sejarah dan Potensi Gempa Megathrust di Indonesia
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Matangkan Taktik di Bali, Bakal Dua Kali Uji Coba Lawan India
Beberapa segmen zona megathrust di Indonesia telah dipelajari oleh para ahli, dan potensi gempa dari zona-zona ini sudah cukup dikenali.
Namun, perlu diingat bahwa potensi ini bukanlah prediksi pasti, karena hingga kini belum ada teknologi yang bisa secara akurat memprediksi kapan, di mana, dan seberapa kuat gempa akan terjadi.
Misalnya, zona megathrust di selatan Jawa dikenal sangat aktif, dengan sejarah gempa besar yang meliputi kejadian-kejadian pada tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8), dan 2009 (M7,3).
Zona megathrust ini terdiri dari tiga segmen utama: Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda, yang masing-masing memiliki potensi magnitudo hingga M8,7.
Sementara itu, zona megathrust Mentawai-Siberut di Sumatera berpotensi menghasilkan gempa berkekuatan hingga M8,9.
Sejarah mencatat beberapa gempa besar di zona ini, seperti pada tahun 1797 (M8,6—8,7), 1971 (M6,3), 2004 (M6,0), 2007 (M7,1), hingga 2023 (M7,3).
Baca Juga: Ini Harga Tiket Timnas Indonesia vs Australia, Termurah Rp250 Ribu Termahal Rp1,5 Juta
Selain itu, zona megathrust di Utara Sulawesi juga memiliki sejarah gempa yang memicu tsunami, dengan kejadian signifikan yang tercatat pada tahun 1871, 1904, 1920, dan 1996.
Dengan mengetahui lokasi dan sejarah gempa megathrust di Indonesia, masyarakat dan pemerintah dapat lebih waspada dan mempersiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Pemetaan dan pengenalan zona-zona megathrust merupakan langkah awal yang penting dalam upaya mitigasi gempa di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









