Akurat

Peluncuran 10 Video Agama di Era Artificial Intelligence: Pandangan Baru Denny JA

Mukodah | 3 Agustus 2024, 09:55 WIB
Peluncuran 10 Video Agama di Era Artificial Intelligence: Pandangan Baru Denny JA

AKURAT.CO Penulis buku dan pengamat sosial, Ahmad Gaus, meluncurkan 10 video yang mengadaptasi pemikiran Denny JA tentang agama di era Artificial Intelligence (AI).

Video-video ini, yang diambil dari buku berjudul Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google, menawarkan perspektif baru dalam memahami agama, memadukan berbagai disiplin ilmu seperti Neuro Science, Positive Psychology, Arkeologi, dan data statistik.

Ahmad Gaus menjelaskan, video-video ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana agama dipersepsikan dan dipraktikkan di era modern, terutama dengan kemajuan teknologi seperti AI.

“Denny JA melihat agama bukan hanya sebagai dogma, tetapi juga sebagai warisan kultural yang harus dihargai dan dipahami dengan pendekatan yang lebih luas," kata Gaus dikutip Sabtu (3/8/2024).

Baca Juga: Mawaddah Ilona Anak Crazy Rich Viral Gelar Pernikahan Bak Pesta Rakyat, Apa Hukumnya Menurut Islam?

Ia menambahkan, dalam video tersebut, terdapat data menarik yang menunjukkan hubungan antara religiositas dan tingkat korupsi di berbagai negara.

“Di negara-negara seperti India, Indonesia, Thailand, dan Filipina, yang penduduknya sangat menganggap penting agama, tingkat korupsinya justru tinggi. Sebaliknya, negara-negara Skandinavia yang mayoritas penduduknya tidak menganggap agama penting memiliki tingkat korupsi rendah," ungkap Gaus.

Gaus juga membahas riset arkeologi mengenai kisah Nabi Musa dan Nabi Nuh yang diungkapkan dalam video.

“Riset tersebut menunjukkan bahwa eksodus Nabi Musa dan kisah banjir bandang Nabi Nuh tidak pernah terjadi dalam sejarah. Kisah-kisah ini lebih merupakan ajaran moral yang bertujuan untuk kesalehan perilaku," jelasnya.

Video-video ini juga menunjukkan bagaimana teknologi, khususnya AI, telah merambah aktivitas keagamaan.

“Kini, AI digunakan dalam berbagai tempat ibadah untuk memberikan khotbah, nasihat, dan menjawab pertanyaan umat," kata Gaus.

Baca Juga: Ramai Prediksi Waktu Kiamat, Apa yang Harus Dilakukan Seorang Muslim?

Contoh penerapan ini termasuk penggunaan AI di Gereja Protestan Paul Church, Kuil Kodai-ji Buddhist Temple di Jepang, dan Masjid Agung di Saudi Arabia.

Video-video ini mencakup berbagai tema penting, seperti Iman Berbasis Riset, Manusia Dengan Atau Tanpa Agama, Kitab Suci Di Abad 21, Moderasi Agama, Hijrah ke Era Demokrasi, Perebutan Tafsir Agama, Menggandeng Science dan Jalauddin Rumi, Spiritualitas Baru Abad 21, Agama Sebagai Warisan Kultural Milik Kita Bersama, dan Epilog.

Setiap tema dihadirkan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, membuatnya dapat diakses oleh berbagai kalangan.

Gaus menekankan bahwa pemikiran Denny JA berbeda dengan sekularis atau ateis.

“Denny JA tidak menolak agama, melainkan menyelaminya dan mengambil intisari yang bersifat universal tanpa mereduksi keunikan setiap agama. Ia percaya bahwa agama-agama adalah warisan kultural milik bersama umat manusia," ujarnya.

Menurut Gaus, pandangan ini merupakan kontribusi penting bagi perdamaian dunia, sejalan dengan gagasan Hans Kung tentang Dialog Agama dan Nurcholish Madjid tentang pluralisme agama.

Video-video ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan memperkaya pemahaman tentang peran agama di era modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK