Akurat

Istana Bantah Ada Isu Reshuffle Menteri di IKN

Citra Puspitaningrum | 30 Juli 2024, 12:50 WIB
Istana Bantah Ada Isu Reshuffle Menteri di IKN

AKURAT.CO Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ari Dwipayana, membantah isu yang beredar terkait pelantikan sejumlah menteri baru di Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam waktu dekat.

"Tidak ada agenda pelantikan menteri baru di IKN seperti isu-isu yang beredar," kata Ari dalam keterangan tertulis, Selasa (30/7/2024).

Melalui keterangan tertulis ini, Istana menepis kabar yang beredar terkait rotasi menteri Bahlil Lahadalia yang kini menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM digeser sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga: Nusron Wahid Tegaskan Pansus Haji Bukan Bentuk Sentimen ke Menteri Agama

Dia menambahkan, belum ada rencana perombakan kabinet. "Tidak betul. Sampai saat ini belum ada rencana/agenda reshuffle kabinet," ujarnya.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi pada hari ini masih melanjutkan kegiatan berkantor di Istana Garuda IKN, Kalimantan Timur. Agenda Presiden Jokowi pada Selasa ini yaitu menerima pengusaha lokal di sekitar IKN.

"Presiden ingin mengajak dan memberi kesempatan kepada pengusaha lokal sekitar IKN untuk ikut berperan serta dan bersama-sama menjemput masa depan di IKN," kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.

Pengusaha lokal tersebut terdiri atas Kadin Daerah Provinsi Kaltim, Kadin Daerah Balikpapan, Kadin Daerah Samarinda, Kadin Daerah Penajam Paser Utara, Hipmi Provinsi Kaltim, Hipmi Balikpapan, Hipmi Samarinda, dan Hipmi Penajam Paser Utara.

Setelah menerima pengusaha lokal, Kepala Negara lanjut menerima jajaran pengamanan dari unsur TNI dan Polri. "Bapak Presiden ingin Ibu Kota Nusantara adalah ibu kota yang aman dan tidak ada kejahatan sama sekali," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.