Akurat

Mengenal Sejarah Berdirinya PKB, Disebut Akan Direbut Kembali Oleh PBNU

Iim Halimatus Sadiyah | 26 Juli 2024, 16:14 WIB
Mengenal Sejarah Berdirinya PKB, Disebut Akan Direbut Kembali Oleh PBNU

AKURAT.CO Belakangan ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memiliki rencana untuk membentuk panitia khusus (pansus) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai upaya mengembalikan sejarah.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, juga dikenal sebagai Gus Ipul, menyatakan bahwa pembentukan Pansus PKB ini bertujuan untuk mengembalikan partai berlambang bola dunia yang dikelilingi oleh sembilan bintang itu ke NU.

Pasalnya, PKB disebut memiliki ciri-ciri akan menjauh dari sejarahnya, sehingga PBNU harus segera bertindak dengan membentuk tim lima atau pansus untuk meluruskan sejarah.

"Apabila diperlukan, pembentukan tim lima akan segera dilakukan. Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris. Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB," kata Gus Ipul.

Baca Juga: PBNU Akan Bentuk Pansus untuk Kembalikan PKB ke Genggaman NU

Mengutip dari situs PKB, Jumat (26/7/2024), berikut ini sejarah PKB yang didirikan oleh struktur NU, sehingga akan bermasalah jika sejarahnya dilupakan.

Sejarah Berdirinya PKB

Satu hari setelah Presiden Soeharto lengser karena adanya desakan reformasi di tahun 1998, PBNU menerima banyak usulan dari warga NU di seluruh negeri.

Jumlah usulan yang masuk ke PBNU sangat beragam, mulai dari yang hanya meminta agar PBNU membentuk partai politik (parpol) hingga yang meminta nama parpol, sehingga masuk 39 nama parpol yang diusulkan secara keseluruhan.

Salah satu nama yang paling banyak diusulkan adalah Nahdlatul Ummah, Kebangkitan Umat, dan Kebangkitan Bangsa.

Sementara untuk lambang, unsur yang paling banyak diusulkan adalah gambar bumi, bintang sembilan, dan warna hijau. 

Baca Juga: Waketum PKB: Tidak Ada Hubungan Antara Status Politisi Edward Tannur dan Kasus Ronald Tannur

Kemudian yang lain juga mengusulkan cara untuk berhubungan dengan Universitas Nasional, visi dan misi parpol, serta nama pengurus.

Di antara beberapa pilihan, ternyata Lajnah Sebelas Rembang, dipimpin oleh KH M Cholil Bisri, dan PWNU Jawa Barat adalah yang paling lengkap.

Berdasarkan temuan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-27 di Situbondo, yang menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama secara organisatoris tidak terlibat dengan partai politik mana pun dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.

Namun, sikap PBNU belum memenuhi keinginan warga NU. Banyak pihak dan kalangan NU yang tidak sabar bahkan menyatakan bahwa parpol harus berdiri untuk memenuhi aspirasi politik warga NU setempat.

Di Purwokerto, Partai Bintang Sembilan dan Cirebon, Partai Kebangkitan Umat (Perkanu) telah mengumumkan diri mereka sebagai partai politik.

Pada akhirnya, pada tanggal 3 Juni 1998, PBNU mengadakan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, yang memutuskan untuk membentuk Tim Lima untuk memenuhi keinginan warga NU.

Di bawah pimpinan KH Ma'ruf Amin, yang juga merupakan Kordinator Harian PBNU, maka anggotan Tim Lima terdiri dari KH M Dawam Anwar (Katib Aam PBNU), Dr KH Said Aqil Siroj, M.A. (Wakil Katib Aam PBNU), HM Rozy Munir, SE, M.Sc. (Ketua PBNU), dan Ahmad Bagdja.

Baca Juga: Ronald Tannur Bebas, Waketum PKB: Kami Hormati, tapi Kami Prihatin

Selain itu juga dibentuk Tim Asistensi yang diketuai oleh Arifin Djunaedi (Wakil Sekjen PBNU) dengan anggota H Muhyiddin Arubusman, H.M. Fachri Thaha Ma'ruf, Lc., Drs. H Abdul Aziz, M.A., Drs. H Andi Muarli Sunrawa, H.M. Nasihin Hasan, H Lukman Saifuddin, Drs. Amin Said Husni, dan Muhaimin Iskandar.

Tim Asistensi yang dibentuk ini bertugas membantu Tim Lima dalam mengiventarisasi dan merangkum usulan yang ingin membentuk parpol baru, dan membantu warga NU dalam melahirkan parpol baru yang dapat mewadahi aspirasi politik warga NU.

Deklarasi partai dibuat di Jakarta pada 29 Rabiul Awal 1419 H, atau 23 Juli 1998, setelah partai didirikan. 

Deklarasi berisikan tentan proklamasi kemerdekaan Indonesia bertujuan untuk menjadikan Indonesia suatu bangsa yang merdeka, bersatu, adil, dan makmur.

Baca Juga: Anggota Fraksi PKB: Vonis Bebas Terdakwa Ronald Tannur Tak Berpihak pada Korban

Mereka juga ingin membangun pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang melindungi semua orang Indonesia, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan menciptakan ketertiban global yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.

Negara yang diinginkan itu adalah masyarakat yang beradab dan sejahtera yang mengejawantahkan nilai-nilai kejujuran, kebenaran, kesungguhan, dan keterbukaan yang berasal dari hati nurani.

Masyarakat ini dapat dipercaya, setia, dan jujur dalam janjinya. Mereka juga dapat memecahkan masalah sosial dengan kekuatan mereka sendiri, bersikap dan bertindak adil setiap saat, membantu orang lain dalam kesulitan, dan terus menerus mengikuti aturan dan perjanjian yang telah disepakati bersama.

Atas dasar hal tersebut, maka warga Jam'iyah Nahdlatul Ulama dengan ini menyatakan berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Itulah sejarah lengkap berdirinya PKB yang berawal dari NU dan tidak boleh dilupakan hingga saat ini dipimpin oleh Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.