Akurat

Jokowi Senang Daya Saing RI Naik, Tapi Pendidikan dan Kesehatan Masih Tertinggal

Siti Nur Azzura | 11 Juli 2024, 14:06 WIB
Jokowi Senang Daya Saing RI Naik, Tapi Pendidikan dan Kesehatan Masih Tertinggal

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia, guna meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

Bahkan menurutnya, infrastruktur yang maju sekalipun tidak akan berakhir baik jika SDM yang dimiliki masih jelek. Tentunya, ini akan mempengaruhi daya saing Indonesia.

"SDM unggul ini kita perlukan dalam rangka kompetisi, persaingan antar negara. Infrastruktur sebaik apapun tapi kalau SDM kita jelek enggak baik nanti di ranking kelihatan," kata Jokowi dalam peresmian gedung Jokowi Learning Center di SMA Kebangsaan, Lampung Selatan, Kamis (11/7/2024).

Baca Juga: Kasus Pungli Rutan, Kabiro SDM KPK dan Kabag Pelayanan Kepegawaian Diperiksa Penyidik

Sebab, setiap tahun akan selali ada penilaian peringkat daya saing negara-negara di dunia yang dilakukan oleh Institute for Management Development (IMD) melalui rilis World Competitiveness Ranking (WCR). Di mana, tahun ini Indonesia menduduki peringkat 27 dari 67 negara.

Sayangnya, hal itu tidak sejalan dengan peringkat di sektor pendidikan dan kesehatan. Di mana kedua sektor ini masih berada di peringkat 57.

"Sayangnya, dari sisi daya saing kita meskipun naik sampai 7 level sangat bagus sekali, tapi untuk pendidikan dan kesehatan ranking kita masih di angka 57-58. Padahal di WCR kita sudah berada di angka 27, sangat bagus. Tapi di pendidikan dan kesehatan masih di 57," jelasnya.

Untuk itu, dia meminta adanya peningkatan kualitas SDM, baik dari sisi inovasi, teknologi, pendidikan, maupun kesehatan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.