Aneh jika Jokowi Masih Pertahankan Budi Arie di Kursi Menteri

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo dinilai aneh lantaran belum memecat Budi Arie Setiadi dari jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
Setelah masalah peretasan data yang menimpa Indonesia beberapa waktu lalu.
Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, sudah lebih dari cukup syarat untuk memecat Budi Arie dari kabinet.
Baca Juga: Segera Lantik Ketua KPU Pengganti Hasyim Asy'ari
"Syarat dan alasan untuk mengganti Budi Arie lebih dari cukup. Kinerja, fokus dan arah kerja semua terlihat seperti kabut. Hanya samar-samar sekejap lalu hilang. Justru yang aneh itu adalah alasan dan sebab Pak Jokowi mempertahankan beliau," katanya saat dihubungi Akurat.co, Kamis (11/7/2024).
"Yang tersedia hanya hubungan yang sulit di nalar. Hanya Pak Jokowi dan Budi Arie yang mungkin bisa memahaminya," tambahnya.
Ray mengatakan, kasus peretasan Pusat Data Nasional (PDN) merupakan kesalahan fatal yang membuat jebolnya wilayah nongeografik Indonesia.
Baca Juga: Pecah Kongsi di Pilgub Banten, Golkar Tegaskan KIM Tetap Solid
"Dengan jebolnya data nasional kita, artinya jebolnya pertahanan Indonesia di wilayah nongeografik kita. Data digital negara sekarang ini harus dilihat sebagai bagian dari wilayah negara. Dan dengan sendirinya, ia menjadi bagian dari strategi pertahanan nasional. Jebolnya data digital nasional, artinya jebolnya pertahanan wilayah nonfisik Indonesia," jelasnya.
Ia pun mengaku tidak paham dengan jalan pikiran Presiden Jokowi yang masih mempertahankan Budi Arie sebagai pembantunya.
"Maka, rasionalitas tetap mempertahankan menteri yang mengemban tugas mempertahankan wilayah digital Indonesia yang telah jebol itu hanya bisa dipahami oleh presiden dan menterinya," pungkas Ray yang juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia.
Baca Juga: Tok! Seluruh Fraksi Setujui RUU Dewan Pertimbangan Presiden Jadi Usul Inisiatif DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









