Akurat

Tertua di Indonesia, Lukisan Gua Berusia 51.200 Tahun Ditemukan

Mukodah | 5 Juli 2024, 18:24 WIB
Tertua di Indonesia, Lukisan Gua Berusia 51.200 Tahun Ditemukan

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Griffith University dan Southern Cross University menemukan lukisan gua atau gambar cadas tertua di Indonesia.

Disebut-sebut telah berusia 51.200 tahun.

Lukisan yang terdiri atas sejumlah gambar ilustrasi orang, anoa dan babi ditemukan di sebuah gua kapur yang terletak di Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Penemuan ini merupakan seni cadas pertama di Indonesia yang umurnya melampaui 50 ribu tahun," kata Ketua Tim Penelitian dari BRIN, Adhi Agus Oktaviana, dalam keterangannya, Jumat (5/7/2024).

Ia menyebut penemuan ini memiliki implikasi penting terkait pemahaman mengenai asal usul seni paling awal.

Baca Juga: WBC Coret Ryan Garcia dari Daftar Petarungnya Gara-Gara Ucapan Islamofobia dan Rasis

Adanya gambar anoa dan manusia yang lebih banyak mengindikasikan adanya upaya orang di zaman itu untuk mengomunikasikan pesan bahwa pada masa itu anoa cukup berbahaya, sehingga orang-orang pada zaman itu harus bersama-sama memburu binatang itu.

Meskipun ada pendapat lain yang mengindikasikan gambar tersebut memiliki makna spiritual tertentu.

Oktaviana menyebut penemuan timnya mengindikasikan bahwa lukisan gua yang bersifat naratif merupakan bagian penting dalam budaya seni manusia awal Indonesia pada masa itu.

"Pada dasarnya, manusia sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dalam bentuk cerita sejak lebih dari 51.200 tahun. Namun karena kata-kata tidak bisa menjadi fosil batu, maka yang tertinggal hanyalah penggambaran dalam bentuk seni. Temuan di Sulawesi ini adalah bukti tertua yang bisa diketahui dari sudut pandang arkeologi," jelasnya.

Oktaviana menyebutkan temuannya ini telah dipublikasi di jurnal sains terkemuka, Nature, karena menggunakan metode termutakhir dalam penemuannya, yakni melalui ablasi laser U-series (LA-U-series) yang berada di Griffith University dan Southern Cross University untuk mendapatkan penanggalan akurat pada lapisan tipis kalsium karbonat yang terbentuk di atas seni hias tersebut.

Baca Juga: KPU Masih Tunggu Arahan Kemendagri soal Waktu Tetap Pelantikan Calon Kepala Daerah

Ia menekankan penelitian atas lukisan gua atau gambar cadas penting untuk dilakukan karena penelitian atas gambar cadas membantu penelitian soal peradaban dan migrasi manusia purba.

Di mana penelitian dengan metode ekskavasi atau penggalian membutuhkan teknologi canggih dan biaya yang tidak sedikit.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengapresiasi para peneliti atas temuan tersebut.

Menurutnya, hal ini merupakan implementasi tanggung jawab arkeolog bangsa dalam menemukan peninggalan sejarah nenek moyang Indonesia.

"Indonesia ini kaya akan peninggalan-peninggalan. Bukan sekadar peninggalan tapi juga bukti autentik kekayaan budaya dan peradaban kita semua di Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Viral! Anak Diancam UU ITE Usai Bongkar Perselingkuhan Ayah di Medsos, Netizen: Semoga Kena Azab

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK