Akurat

Banyak Jemaah Haji Tolak Makanan, Timwas Kaget Ternyata Kokinya Orang Bangladesh

Atikah Umiyani | 2 Juli 2024, 13:07 WIB
Banyak Jemaah Haji Tolak Makanan, Timwas Kaget Ternyata Kokinya Orang Bangladesh
AKURAT.CO Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melakukan pengamatan secara detail terhadap jalannya pelaksanaan haji tahun 2024 mulai dari hal teknis, sampai dengan ekosistem pengelolaannya.
 
Anggota Timwas Haji, Luluk Nur Hamidah, mengungkapkan, salah satu persoalan yang ia soroti yaitu mengenai layanan konsumsi. Menurutnya, banyak makanan yang tidak sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.
 
Luluk pun terkejut ketika mengetahui bahwa koki yang memasak catering untuk jemaah haji Indonesia adalah orang Bangladesh, bukan orang Indonesia. Ia mengungkapkan, banyak jemaah yang akhirnya tidak mau makan karena tidak memiliki selera.
 
 
"Kenapa kemudian cita rasa itu nggak kita dapatkan, lah wong chef nya aja dari Bangladesh, jadi akhirnya apa, bosen," kata Luluk saat menggelar konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (2/7/2024).
 
"Karena bagi sebagian orang Indonesia mencium aroma makanan itu tuh ada yang sudah menolak terlebih dahulu, khususnya bagi bagi jemaah haji yang sepuh-sepuh, nah ini yang kita ingatkan," sambungnya.
 
Luluk mengaku, dirinya sempat mengecek salah satu perusahaan catering yang menjadi rekanan pemerintah Indonesia. Ia kaget karena dari 100 koki, hanya kurang dari 6 orang yang berasal dari Indonesia.
 
"Kita pernah cek salah satu perusahaan catering disana, dia punya karyawan ada 100, kemudian kita cek berapa chef nya yang dari Indonesia, tidak lebih dari 6, dan kita bilang sangat kurang sekali, padahal dia itu rekanan kita," ujarnya.
 
 
Luluk kemudian mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia dalam mencari perusahaan rekanan untuk melayani konsumsi para jemaah. Semestinya, pemerintah punya kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh perusahaan.
 
Politisi PKB itu lantas menduga, ada permainan dibalik pemilihan perusahaan catering tersebut.
 
"Jadi ketika menunjuk rekanan itu kan seharusnya sudah jelas dari awal mulai dari chef nya, kemudian tenaga kerjanya, cita rasanya, bahan bakunya dan lain lain. Ini juga kita cek, jangan-jangan memang ini tidak transparan dari sisi lelang para perusahaan-perusahaan catering ini," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.