DPR Prihatin Menkominfo Ucap Alhamdulillah Usai PDN Diretas: Harusnya Innalillahi
Atikah Umiyani | 28 Juni 2024, 09:18 WIB

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, memberi teguran kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi yang masih bisa mengucap rasa syukur ditengah peretasan masif terhadap sistem Pusat Data Nasional (PDN).
Teguran itu disampaikan Sukamta saat Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menkominfo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024) malam.
Baca Juga: Budi Arie Imbau Semua Pihak Bijaksana Terima Hasil KPU: Hargai Rakyat yang Susah Payah Datang ke TPS
Sukamta menilai, pernyataan Budi Arie yang mengucap "Alhamdulillah" adalah suatu perkataan yang kurang tepat. Sebab, insiden peretasan yang sedang dialami pemerintah Indonesia ini seharusnya bisa menjadi perenungan bersama.
Meskipun senang melihat Budi Arie menjadi lebih religius, namun Sukamta menilai, lebih tepat jika Budi Arie mengucapkan "innalillahi" atas insiden peretasan.
"Tapi saya prihatin, bapak bersyukur di tengah serangan yang hebat begini bagi negara pak, mengucap alhamdulillah ini, ya bagus ini disyukuri. Tapi menurut saya lebih tepat innalillahi dibanding alhamdulillah pak," kata Sukamta.
Bukan tanpa alasan, pasalnya, peretasan ini menjadi ancaman bagi keamanan negara. Apalagi, belakangan juga beredar dugaan bocornya data milik BAIS hingga INAFIS dan dijual bebas di dark web.
"Karena ini persoalan national security yang saya ungkap tadi itu punya BAIS, punya Polri pak, dijual bebas file-nya sekarang bahkan bisa di download. Begitu kok alhamdulillah pak? Harusnya innalillahi pak," ujarnya.
Politisi PKS tersebut kemudian meminta Budi Arie agar tidak menganggap remeh insiden peretasan yang tengah terjadi.
"Ini soal keamanan nasional pak. Yang tadi dari telkom, windows, back up apa, kan pintu masuknya justru dari situ pak, masuk ke seluruh server pak. Jangan mengecilkan pak," pungkasnya.
Sebelumnya, masih dalam rapat yang sama, Menkominfo Budi Arie Setiadi masih menyempatkan untuk mengucap rasa syukur di tengah insiden peretasan terhadap sistem PDN.
Budi merasa bersyukur, karena aktor dibalik peretasan terhadap PDN bukan negara, melainkan perorangan yang dilatarbelakangi dengan motif ekonomi. Sehingga, serangan ini dianggap lebih ringan.
"Di forum ini saya ingin tegaskan bahwa kesimpulan mereka ini non state actor dengan motif ekonomi. Itu udah Alhamdulillah dulu. Karena kalau yang nyerang negara berat," kata Budi dalam rapat.
Budi kemudian menyontohkan dengan serangan yang pernah dialami Arab Saudi. Menurutnya, itu lebih berat karena aktor dibalik penyerangan tersebut adalah negara.
"Kayak beberapa bulan lalu, pemerintah Saudi Arabia diserang oleh hacker-hacker Iran. Karena negara aktornya, itu berat," tuturnya.
Terkait serangan terhadap PDN, Budi mengatakan pihaknya masih terus bekerja dan melakukan upaya pemulihan. Dia menegaskan, masih ada harapan dan optimisme dari upaya-upaya yang dilakukan.
"Memang masih ada laporan dari tim juga yang terus terang tidak bisa kita ekspos terbuka. Laporan tim yang sedang kerja di Surabaya. Ada beberapa hal yang menurut saya bisa menerbitkan optimisme kita di sana," tukasnya.
Seperti diketahui, serangan terhadap PDN ini telah berdampak terhadap lebih dari 200 data instansi pemerintah, baik kementerian, lembaga, pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota. Peretas pun berupaya meminta tebusan hingga USD8 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








