Akurat

Pemprov Semarang Ingin Tanggul Banjir Tambak Lorok Jadi Destinasi Wisata Seperti Muara Karang

Siti Nur Azzura | 18 Juni 2024, 18:29 WIB
Pemprov Semarang Ingin Tanggul Banjir Tambak Lorok Jadi Destinasi Wisata Seperti Muara Karang

AKURAT.CO Tanggul pencegahan banjir rob untuk wilayah Pesisir Utara di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah diprediksi akan terintegrasi dengan Kampung Bahari dan menjadi destinasi wisata baru.

Hal ini sebagai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar proyek di Kampung Nelayan Tambak Lorok bisa menjadi destinasi wisata. Sehingga, tanggul laut tidak hanya sebagai proyek pencegahan rob dan penahan gelombang air laut.

"Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa proyek ini tidak hanya sebagai pencegah rob dan penahan gelombang saja, tetapi juga bisa menjadi satu bagian dari destinasi wisata," kata Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dikutip Antara, Selasa (18/6/2024).

Apalagi, kawasan tersebut telah disiapkan sebagai kampung bahari yang terintegrasi dengan fasilitas lain seperti tempat pelelangan ikan, rumah apung dan kampung nelayan.

Saat ini, upaya yang tengah dilakukan yakni menggandeng tokoh masyarakat serta melakukan penataan-penataan tempat yang berada di wilayah sekitar. Bahkan, orang nomor satu di Kota Semarang itu ingin Kampung Nelayan Tambak Lorok menjadi wisata bahari seperti Muara Karang di Jakarta.

Baca Juga: Jokowi Target Proyek Pengendalian Banjir Rob di Tambak Lorok Rampung Agustus 2024

"Kemudian, adalah revitalisasi pasar yang ada di Tambaklorok itu sehingga bisa menjadi lebih bagus. Perawatan dan pemeliharaan taman-taman juga perlu kolaborasi dengan masyarakat," katanya.

Dengan menjadi wisata bahari, dia berharap bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Seperti ibu-ibu nelayan bisa membuat kerajinan, olahan ikan, sehingga ekonomi di sini bisa bergulir dan masyarakat bisa lebih sejahtera.

Selain itu, wanita yang biasa dipanggil Ita juga mendorong masyarakat sekitar agar lebih menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, kebersihan dan perilaku masyarakat sekitar berperan dalam pengembangan destinasi wisata.

"Masyarakat jangan buang sampah sembarangan. Kebersihan lingkungan harus benar-benar diperhatikan," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pengendalian banjir dan penataan kampung nelayan di kawasan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

Dia menargetkan, proyek ini akan rampung di Agustus 2024. Diharapkan, proyek pengendalian ini bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain dalam mengendalikan banjir rob, sekaligus penataan kampung nelayannya.

"Nanti akan selesai bulan Agustus. Ini nanti kalau memang baik, penataan kampung nelayannya baik, nanti akan kita bisa direplikasi dicopy ke daerah-daerah lain. Paling tidak ada contoh dulu," kata Jokowi saat peninjauan dikutip Youtube Sekretariat Presiden, Senin (17/6/2024).

"Nanti kita lihat dulu kalau sudah selesai, penataan kampungnya seperti apa, tanggul pengendalian robnya efektivitasnya seperti apa," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.