AKURAT.CO Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melanggar netralitas dalam Pilkada 2024 terancam mendapat sanksi penurunan pangkat.
Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro, dalam diskusi bertajuk "Pilkada Damai 2024: Membangun Pilkada Sukses, Aman, Partisipatif" bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
"Pegawai yang pernah tak netral dijatuhkan hukuman itu ada yang turun pangkatnya, ada yang dilepaskan jabatannya," ujarnya.
Baca Juga: Jutaan Personel Linmas dan Satpol PP Siap Amankan Pelaksanaan Pilkada 2024
Suhajar menjelaskan, dalam menentukan pegawai negeri yang bersalah, nantinya Kementerian Dalam Negeri akan berdasarkan laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Sebagai lembaga yang berwenang memeriksa dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut.
"Kalau nanti ada pemeriksaan Bawaslu, ada pegawai yang harus ditindak akan ditindak," katanya.
Undang-Undang Pilkada sendiri melarang pejabat pemerintahn, ASN, personel TNI/Polri, bahkan Lurah atau Kepala Desa membuat kebijakan yang menguntungkan maupun merugikan salah satu pasangan calon.
Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Anies Belum Raih Dukungan dari Parpol yang Solid
"Apabila diuntungkan salah satu, maka Bawaslu dapat mengambil tindakan," demikian Suhajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








